Home Kriminal Penyidik Limpahkan Berkas Perkara Dugaan Korupsi Turap di RS Kusta Dr Rivai

Penyidik Limpahkan Berkas Perkara Dugaan Korupsi Turap di RS Kusta Dr Rivai

KORDANEWS – Setelah dinyatakan lengkap atau P21 penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel melimpahkan berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek penimbunan dan pembuatan turap penahanan tanah Sungai oleh PT. Palcon Indonesia di Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Kecamatan Banyuasin Ke Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Dalam pelimpahan ini dua tersangka Junaidi dan Rusman turut diserahkan ke penuntut umum.

Proyek penimbunan dan penahan turap ini bersumber dari dana APBN TA. 2017 dengan nilai kontrak sebesar Rp 12 milyar lebih.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramadhany didampingi Kasubdit 3 Tipikor AKBP Harissandi mengatakan dari korupsi proyek penimbunan dan penahan turap di Rumah Sakit Kusta Dr Rivai negara mengalami kerugian Rp 5 miliar lebih dari nilai proyek sebesar Rp 12 miliar lebih. Sampai saat ini proyek pembangunan.

“Berkas kedua tersangka sudah lengkap tinggal pelimpahan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati),” Senin (27/9).

Dikatakan Barly uang hasil korupsi berdasarkan pengakuan kedua tersangka digunankan untuk kebutahan sehari-hari.

“Ada empat tersangka, namun dua telah meninggal dunia dan dua tersangka sudah kami tahan,” katanya.

Tersangka Juanidi (45) warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, dari pihak swasta direktor PT Palcon.

Tersangka kedua yakni Rusman (45) warga Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin, merupakan PNS Kementrian kesehatan RS Kusta sebagai Kasubag Rumah Tangga.

Sementara itu, kuasa hukum Junaidi, Agustina Novitasari SH. MH mengatakan perkara kliennya sudah dinyatakan lengkap atau P21 saat ini tinggal penyerahan tersangka dan berkas perkara .

“Kami merasa sedikit aneh dengan perkara ini seharusnya negara merasa untung, karena ada kelebihan pekerjaan yang diakui itu sebesar Rp 1 miliar, kenapa tidak bisa selesai pembangunan turap tersebut karena kami tidak diberi perpanjangan oleh pihak PPK, seharusnya kami mendapatkan perpanjangan 120 hari dua kali,” katanya.

“BPK sudah turun dan menilai bangunan yang sudah dikerjakan Rp 5 miliar lebih dan sisanya dari Rp 12 miliar sudah kita kembalikan bahkan kita kena pajak dua kali pertama dan dua kali,” jelasnya.

Novi mengungkapkan tahap pembangunan proyek sudah mencapai 60%. Dalam perkara ini pihaknya akan menggugat perdata dirut Rumah Sakit Kusta Dr Rivai.

“Sudah tahap mediasi dan dua minggu kedepan akan masuk pokok perkara di Pangakalan Balai,” tutupnya. (Dik)

Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here