KORDANEWS- Para wanita berhijab muda semakin pintar dalam mengembangkan potensi diri. Hijab bukan menjadi penghalang untuk mereka menekuni passion masing-masing. Seperti Ariska Wigatiningtyas, yang dikenal sebagai disk jockey (DJ) berhijab. Bahkan kini Ariska sedang disorot karena video dirinya yang bercadar dan melakukan pekerjaannya sebagai DJ dalam acara Tahun Baru 2017 di Yogyakarta.
Dihubungi melalui telepon, wanita yang lebih akrab disapa Chika itu bercerita sedikit tentang video tersebut hingga mengapa ia memutuskan untuk menjadi DJ. Chika menuturkan kalau video sebenarnya sudah beredar sejak Januari. Kala itu, ia sedang mengisi acara Tahun Baru di Yogyakarta. Cadar hanya sebagai pelengkap penampilan bukan bermaksud mendulang sensasi.
Saat menjadi DJ, ia baru dua kali menggunakan cadar. Penerapan penutup wajah tersebut awalnya terinspirasi dari penampilannya bertema Indian Arabic yang terlihat beda ketika tampil di sebuah pentas seni di Colomadu, Surakarta. Kemudian wanita asal Lampung itu mencoba kembali menggunakan cadar di Yogyakarta yang berakhir dengan video viral. Meski menuai ragam kritik, Chika mengaku tidak terlalu memedulikan perkataan orang lain.
Foto: Facebook |
Menurut wanita 20 tahun ini, tidak ada yang salah dengan penampilan DJ berhijab. Semua orang bisa menjadi DJ termasuk wanita berhijab. Chika pun bercerita kalau ia sudah menekuni dunia DJ sejak 2016. Ia sering dipercaya dalam berbagai acara musik hingga komunitas.
Awal mulai terjun menjadi DJ diakui Chika karena ditawari teman. Temannya tahu kalau Chika pecinta musik. Selain pernah membentuk grup band saat duduk di bangku sekolah, ia juga bisa memainkan berbagai alat musik seperti gitar, biola, hingga drum.
“Waktu itu aku ditawari teman, aku memang sudah suka musik ya dari dulu. Nah aku ditawari teman coba DJ buat ngisi liburan saja waktu itu DJ lagi booming,” papar Chika , Jumat (24/3/2017).
Chika yang tidak pernah belajar menjadi DJ sebelumnya mengaku bingung. Agar bisa mahir, ia memutuskan untuk mengambil sekolah DJ. Mahasiswi semester 6 Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta itu memilih mengambil pendidikan singkat menjadi disk jockey di Poison Entertainment di Yogyakarta pada Februari 2016.
Foto: Facebook |
Foto: Ariska Wigatiningtyas |
Selama kurang lebih sebulan, Chika sudah mahir menjadi DJ. Setelah lulus, ia mendapat tawaran untuk tampil di berbagai acara musik, kuliner, komunitas, budaya, hingga perpisahan sekolah. Setiap bulan selalu ada tawaran untuknya menjadi DJ di Solo dan sekitarnya, minimal satu kali. Terkadang bisa dua sampai tiga tawaran sebulan namun Chika membatasinya karena takut kelelahan.
Meski hanya untuk mengisi waktu luang di luar kuliah, ia suka melakoni pekerjaan tersebut. Belum lagi, orangtua yang memberikan dukungan penuh untuk hobinya asalkan tidak masuk ke klub malam.
“Mama sama ayah mendukung jadi DJ dan music produser asal nggak main di klub dan tetap mentingin kuliah. Teman-teman juga mendukung,” kata wanita kelahiran 3 Oktober 1996 itu.



Foto: Facebook
Foto: Facebook
Foto: Ariska Wigatiningtyas










