KORDANEWS – ‘Alergi’ adalah sebutan untuk kondisi ketika seseorang mengalami reaksi abnormal terhadap sesuatu, dapat berupa makanan, obat, atau suhu dingin. Pada pembahasan kali ini, jenis alergi yang akan dibahas adalah alergi makanan. Secara sederhana, alergi makanan dijelaskan sebagai suatu kondisi ketika makanan tertentu memicu munculnya reaksi tak biasa.
Perlu diketahui bahwa reaksi tersebut muncul karena sistem kekebalan tubuh salah mengenali beberapa protein dalam makanan, sebagai zat berbahaya. Kemudian, tubuh pun meluncurkan serangkaian tindakan perlindungan, termasuk melepaskan bahan kimia seperti histamin yang menyebabkan peradangan.
Reaksi alergi pun dapat terjadi dalam beberapa menit hingga jam, setelah mengonsumsi makanan pemicu alergi. Reaksi tersebut dapat berupa pembengkakan pada mulut dan wajah, sesak napas, tekanan darah rendah, muntah, diare, serta gatal-gatal. Dalam kasus yang lebih parah, alergi makanan juga dapat menyebabkan syok anafilaktik, yang berujung fatal.
Makanan Apa Saja?
Jika makanan tertentu dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang, lantas makanan apa saja sih yang sering menyebabkan alergi? Berikut beberapa di antaranya:
1. Susu Sapi
Alergi terhadap susu sapi paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak, terutama ketika mereka terpapar protein susu sapi sebelum berusia 6 bulan. Namun, pada kebanyakan kasus, alergi susu sapi akan membaik seiring bertambahnya usia, dan menguatnya sistem kekebalan tubuh. Itulah mengapa alergi susu sapi ini cukup jarang ditemui pada orang berusia dewasa.
2. Telur
Telur menempati posisi kedua sebagai makanan yang paling sering menyebabkan alergi, setelah susu sapi. Seperti alergi susu sapi, alergi telur juga lebih banyak dialami oleh anak-anak ketimbang orang dewasa. Menariknya, alergi telur dapat terjadi pada salah satu bagian telur saja. Hal ini karena protein dalam putih dan kuning telur sedikit berbeda. Namun, sebagian besar protein yang memicu alergi ditemukan pada putih telur, sehingga alergi terhadap putih telur lebih sering terjadi.
Kendati demikian, beberapa pengidap alergi telur mungkin tidak harus menghindari semua makanan yang berhubungan dengan telur, karena memanaskan telur dapat mengubah bentuk protein penyebab alergi. Hal ini dapat menghentikan tubuh untuk melihatnya sebagai zat berbahaya, sehingga reaksi alergi pun tidak akan terjadi.













