Lalu dengan menggunakan simulasi virtual pasien dilatih untuk ‘berjalan’ menggerakkan robot. Hal ini dilakukan agar otak kembali terbiasa mengirimkan perintah berjalan ke saraf-saraf yang sudah lama tak dipakai.
“Pada hampir semua pasien ini, otak mereka sudah menghapus kesadaran memiliki kaki. Anda lumpuh, Anda tak bisa bergerak, kaki tak memberikan sinyal umpan balik. Dengan menggunakan mesin otak yang menyediakan lingkungan virtual, kami mampu membuat konsep ini muncul kembali perlahan di otak,” papar Nicolelis.
Hanya dalam waktu setahun menjalani terapi, kondisi para pasien terbukti membaik. Bahkan empat di antara delapan pasien kini didiagnosis hanya mengalami setengah lumpuh















