Health

Sering Lupa Menaruh Kunci atau Dompet? Waspadai Sifat Pelupa, Bisa Jadi Pertanda Kondisi Ini!

×

Sering Lupa Menaruh Kunci atau Dompet? Waspadai Sifat Pelupa, Bisa Jadi Pertanda Kondisi Ini!

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS – Apakah Anda sering merasa “loading” saat mencoba mengingat di mana terakhir kali meletakkan kunci atau dompet? Kondisi lupa adalah hal yang lumrah dialami setiap orang, namun jika sifat pelupa ini sudah berlangsung lama, sering terjadi, atau bahkan mengganggu aktivitas, ada baiknya Anda mulai mewaspadainya.

Sifat pelupa memang sering dikaitkan dengan pertambahan usia, terutama pada lansia. Namun, jangan salah, orang muda pun tidak kebal terhadap kondisi ini. Baik pada orang dewasa muda maupun lansia, sifat pelupa sebaiknya tetap diperiksakan ke dokter. Mengapa? Karena kondisi ini bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan tertentu yang mungkin sedang Anda alami, seperti stres, depresi, atau gangguan tiroid.

Menguak Beragam Penyebab Sifat Pelupa
Selain karena faktor penuaan, mudah lupa dapat dipicu oleh beberapa kondisi dan kebiasaan dalam hidup. Mari kita telusuri satu per satu:

1. Kurang Tidur: Kualitas dan Kuantitas yang Terabaikan
Salah satu penyebab umum sifat pelupa adalah kurang tidur, baik dari segi durasi maupun kualitas. Studi menunjukkan bahwa orang yang sering kurang tidur atau mengalami gangguan tidur cenderung lebih sering lupa dan kesulitan untuk fokus. Selain itu, kurang tidur juga bisa mengganggu kemampuan otak memproses informasi, memengaruhi mood, dan memicu serangan cemas.

2. Kekurangan Gizi: Otak Butuh Asupan Optimal
Fungsi otak dan daya ingat yang optimal sangat bergantung pada asupan nutrisi yang cukup. Kekurangan gizi, terutama protein, omega-3, serta berbagai vitamin dan mineral, dapat memicu penurunan daya ingat. Nutrisi ini vital untuk menjaga kesehatan sel saraf dan sel darah merah yang menunjang kerja otak.

3. Gangguan Tiroid: Metabolisme yang Melambat
Kelenjar tiroid berperan penting dalam metabolisme tubuh. Jika fungsinya terganggu, seperti pada kasus hipotiroidisme, proses metabolisme nutrisi dan energi untuk sel tubuh (termasuk sel saraf otak) menjadi lebih lambat. Akibatnya, penderitanya bisa menjadi pelupa. Jika Anda curiga mengalami gangguan tiroid, segera periksakan diri ke dokter.

4. Efek Samping Obat-obatan Tertentu
Beberapa jenis obat memiliki efek samping yang dapat mengganggu daya ingat. Contohnya meliputi obat tidur, obat pereda nyeri golongan opioid, antidepresan, antihistamin (obat alergi), dan obat penenang untuk mengatasi kecemasan. Jika Anda mengonsumsi salah satu obat ini dan merasa lebih pelupa, konsultasikan dengan dokter.

5. Gaya Hidup: Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebih
Kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi minuman beralkohol berlebihan sangat berdampak pada daya ingat. Merokok mengurangi suplai oksigen ke otak, sementara alkohol dalam jumlah besar dapat menurunkan fungsi kognitif. Membatasi atau bahkan menghentikan kebiasaan ini sangat dianjurkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *