Health

Kenapa Lutut Sering Sakit Setelah Lari Panjang di Usia 45 Tahun? Ini Penjelasan Ahli

×

Kenapa Lutut Sering Sakit Setelah Lari Panjang di Usia 45 Tahun? Ini Penjelasan Ahli

Share this article

KORDANEWS – Lari panjang masih menjadi pilihan banyak orang berusia 40–50 tahun untuk menjaga kebugaran. Namun, tak sedikit yang justru mengeluh nyeri pada lutut setelah berlari, terutama setelah meningkatkan jarak atau intensitas. Keluhan ini kerap membuat sebagian orang bertanya-tanya: apakah lari masih aman dilakukan di usia pertengahan?

Menurut berbagai literatur medis dan pendapat pakar ortopedi, ada sejumlah faktor yang membuat lutut lebih rentan “protes” ketika digunakan untuk aktivitas berat seperti lari jarak jauh di usia 45 tahun ke atas.

Struktur Sendi Mulai Mengalami Perubahan

Seiring bertambahnya usia, tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan sendi mulai kehilangan elastisitas. Pada usia 40-an, proses degeneratif ini biasanya mulai terlihat. Ketika digunakan untuk lari jarak jauh, lutut harus menanggung beban benturan berulang—sehingga risiko iritasi, kelelahan sendi, atau peradangan menjadi lebih tinggi.

Ahli ortopedi menyebut, kondisi ini bisa diperburuk bila sebelumnya seseorang jarang berolahraga intens. Transisi mendadak ke lari panjang membuat lutut belum siap menanggung tekanan tersebut.

Beban Berlebih Akibat Overuse

Lari merupakan aktivitas high-impact, dan pada pelari usia 45+, proses pemulihan jaringan tubuh tidak secepat saat usia 20–30 tahun. Bila intensitas dan jarak lari meningkat terlalu cepat, lutut dapat mengalami overuse—yakni kondisi ketika struktur sendi dipaksa bekerja melampaui kapasitasnya.

Hal inilah yang sering menjadi penyebab munculnya nyeri tajam, rasa ngilu, atau bahkan pembengkakan setelah lari jauh.

Otot Penyangga yang Melemah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *