KORDANEWS – Pernahkah Anda merasa sudah diet ketat tapi timbangan seolah tak bergerak, atau perut tetap saja buncit? Ternyata, tubuh manusia memiliki “titik-titik strategis” tertentu yang memang diciptakan secara biologis untuk menjadi gudang penyimpanan lemak utama.
Menurut para ahli kesehatan dan nutrisi, penimbunan lemak tidak terjadi secara merata. Ada area tertentu yang menjadi target utama tergantung pada hormon, genetik, dan gaya hidup. Mengabaikan penimbunan ini bukan hanya soal penampilan, tapi juga ancaman serius bagi kesehatan jangka panjang.
1. Perut (Lemak Visceral): Sang Pembunuh Senyap
Bagian perut adalah area paling umum dan paling berbahaya dalam menimbun lemak. Ada dua jenis lemak di sini: lemak subkutan (di bawah kulit) dan lemak visceral (yang membungkus organ dalam).
- Kenapa di Sini? Stres tinggi memicu hormon kortisol yang memerintahkan tubuh untuk menumpuk lemak di area perut sebagai cadangan energi darurat. Konsumsi gula berlebih juga langsung dilarikan ke area ini.
- Cara Menanggulangi: Berhenti fokus hanya pada sit-up. Cara terbaik adalah kombinasi HIIT (High-Intensity Interval Training) dan manajemen stres. Kurangi asupan gula rafinasi dan karbohidrat sederhana untuk memaksa tubuh membakar cadangan lemak di organ dalam.
2. Paha dan Pinggul: ‘Tabungan’ Hormonal
Bagi banyak wanita, paha dan pinggul adalah area yang paling sulit ramping. Ini sering disebut sebagai bentuk tubuh “pir”.
- Kenapa di Sini? Ini sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen. Secara evolusi, tubuh menyiapkan lemak di area ini sebagai cadangan energi untuk masa kehamilan dan menyusui. Itulah sebabnya lemak di paha cenderung lebih membandel (lemak pasif).
- Cara Menanggulangi: Fokus pada latihan beban (strength training) seperti squat dan lunges untuk membangun massa otot. Semakin banyak otot di paha, semakin tinggi metabolisme basal Anda untuk membakar lemak di area tersebut bahkan saat sedang tidur.











