Palembang- Pemerintah Kota Palembang terus mematangkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) sebagai solusi konkret mengatasi persoalan sampah perkotaan. Fasilitas ini dirancang mampu mengurangi hingga 1.000 ton sampah per hari, sekaligus mengubahnya menjadi energi listrik.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menegaskan, kapasitas besar PLTSA akan sangat berdampak pada penurunan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Keramasan yang selama ini menjadi titik akhir penumpukan sampah kota.
“Produksi sampah harian Palembang sangat tinggi. Dengan hadirnya PLTSA, kita bisa mengurangi sekitar 1.000 ton sampah per hari. Ini langkah besar untuk menekan timbunan di TPA,” ujar Ratu Dewa.
Ia menjelaskan, sistem kerja PLTSA memanfaatkan teknologi termal untuk mengolah sampah menjadi energi panas yang kemudian dikonversi menjadi listrik.
“Sampah yang selama ini menjadi masalah, kita ubah menjadi solusi. Dari proses pengolahan itu akan dihasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” katanya.











