KORDANEWS – Bagi banyak orang, mengangkat beban berat—baik saat berolahraga di gym maupun saat membawa barang belanjaan atau memindahkan furnitur—sering kali berujung pada rasa nyeri yang menusuk di area bahu. Mengapa bahu begitu rentan? Jawabannya terletak pada anatominya yang unik: bahu adalah sendi yang paling fleksibel di tubuh manusia, namun fleksibilitas ini dibayar dengan stabilitas yang rendah.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam bahu Anda saat menopang beban yang terlalu berat.
1. Krisis di Rotator Cuff (Otot Pemutar Bahu)
Penyebab paling umum adalah gangguan pada rotator cuff, yaitu kumpulan empat otot dan tendon yang menjaga tulang lengan atas Anda tetap kokoh di soket bahu. Saat Anda mengangkat beban yang melebihi kapasitas kekuatan otot ini, dua hal bisa terjadi:
- Tendinitis: Peradangan pada tendon akibat beban berulang. Rasanya seperti nyeri tumpul yang menjalar.
- Robekan (Tear): Jika beban diangkat dengan sentakan tiba-tiba, tendon bisa mengalami robekan mikro atau bahkan robekan total, yang menyebabkan kelemahan drastis pada lengan.
2. Fenomena “Impingement” (Jepitan Bahu)
Pernahkah Anda merasa nyeri tajam saat mengangkat lengan ke samping atau ke atas kepala? Itu mungkin Shoulder Impingement. Di dalam bahu terdapat ruang sempit tempat tendon lewat. Saat Anda mengangkat beban dengan postur yang salah, tulang lengan atas menekan tendon tersebut ke tulang belikat. Gesekan terus-menerus ini menyebabkan iritasi kronis yang sangat mengganggu aktivitas harian.
3. Peradangan pada Bantalan Sendi (Bursitis)
Tubuh memiliki “bantalan” kecil berisi cairan yang disebut bursa, fungsinya untuk mengurangi gesekan antara tulang dan jaringan lunak. Tekanan berlebih dari beban berat dapat membuat bursa ini meradang dan membengkak. Ciri khasnya adalah rasa sakit yang tetap terasa bahkan saat Anda mencoba beristirahat atau tidur menyamping di malam hari.














