4. Robekan Labrum (Cedera SLAP)
Labrum adalah cincin tulang rawan yang berfungsi memperdalam soket bahu agar sendi tetap stabil. Mengangkat beban berat dengan teknik yang salah atau terlalu memaksakan beban (ego lifting) dapat menyebabkan labrum robek. Gejala khasnya adalah bunyi “klik” atau “pop” yang menyakitkan setiap kali Anda menggerakkan bahu dalam posisi tertentu.
Bagaimana Cara Membedakan Nyeri Biasa dan Cedera Serius?
Tidak semua rasa sakit berarti cedera permanen. Namun, Anda harus waspada jika:
- Nyeri Berlanjut: Rasa sakit tidak berkurang setelah istirahat selama lebih dari 72 jam.
- Kelemahan Fungsional: Anda kesulitan mengangkat tangan bahkan hanya untuk menyisir rambut atau memakai baju.
- Ketidakstabilan: Bahu terasa seperti ingin “lepas” dari tempatnya.
- Kesemutan: Muncul rasa baal atau kesemutan yang merambat hingga ke ujung jari, yang menandakan adanya saraf yang terjepit.
Langkah Penanganan Awal (Metode RICE)
Jika nyeri menyerang, segera lakukan RICE: Rest (Istirahatkan total), Ice (Kompres es 15 menit), Compression (Gunakan penyangga bahu jika perlu), dan Elevation (Posisi bahu lebih tinggi saat tidur).
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Pastikan Anda selalu melakukan pemanasan sendi sebelum mengangkat beban dan jangan pernah mengabaikan “sinyal” nyeri kecil yang diberikan oleh tubuh Anda.















