KORDANEWS – Bagi generasi yang tumbuh besar dengan melihat Woody menemukan tujuannya atau Nemo kembali ke rumah, Pixar selalu memiliki tempat istimewa di hati. Namun, seiring bertambahnya usia, penonton mulai mendambakan sesuatu yang lebih dari sekadar “benda mati yang punya perasaan.” Memasuki Maret 2026, Pixar menjawab kerinduan itu lewat ‘Hoppers’, sebuah film yang membuktikan bahwa studio ini belum kehilangan sentuhan ajaibnya dalam meramu cerita orisinal yang berani.
Bukan Sekadar Berang-berang Robotik
Dirilis secara global pada awal bulan ini, Hoppers memperkenalkan kita pada Mabel (disuarakan oleh Piper Curda), seorang remaja berusia 19 tahun yang merasa terasing di dunianya sendiri. Berbeda dengan prototipe pahlawan Pixar biasanya, Mabel adalah refleksi dari kecemasan generasi Z dan Milenial: mencari koneksi di tengah dunia yang semakin artifisial.
Premisnya terdengar gila: Mabel memindahkan kesadarannya ke dalam seekor berang-berang robotik yang sangat realistis untuk menyusup ke dunia hewan. Namun, di bawah lapisan komedi body-swap yang jenius ini, sutradara Daniel Chong (We Bare Bears) menyelipkan narasi yang jauh lebih dewasa tentang eksistensialisme dan krisis identitas.
Mengapa Penonton Dewasa Begitu Terobsesi?
Jika Inside Out membantu kita memahami emosi, Hoppers membantu kita memahami posisi kita di alam semesta. Ada beberapa alasan mengapa film ini disebut-sebut sebagai “Pixar terseru untuk orang dewasa”:
- Satire Kepemimpinan yang Tajam: Tokoh antagonisnya, Walikota Jerry (disuarakan dengan sangat karismatik oleh Jon Hamm), adalah sindiran nyata terhadap ambisi pembangunan yang sering kali mengabaikan etika lingkungan.
- Eksplorasi “The Uncanny Valley”: Film ini tidak takut bermain dengan konsep teknologi yang sedikit menyeramkan. Pertanyaan tentang “Apakah aku masih manusia jika pikiranku ada di dalam mesin?” memberikan kedalaman filosofis yang biasanya kita temukan di serial seperti Black Mirror, namun dikemas dengan estetika Pixar yang hangat.
- Humor yang Lebih “Berisi”: Berkat sentuhan Daniel Chong, komedinya terasa lebih cerdas, sedikit absurd, dan sering kali menggunakan komedi situasi yang sangat relevan dengan realita sosial saat ini.















