KORDANEWS – Memasuki minggu kedua Ramadan 1447 H, tren gaya hidup sehat di Indonesia mulai bergeser kembali ke alam. Di tengah gempuran suplemen instan, para ahli nutrisi justru kembali merekomendasikan satu buah yang sangat sederhana namun memiliki dampak luar biasa bagi stamina orang berpuasa: Pisang.
Disebut sebagai “Superfood untuk Puasa,” pisang kini bukan sekadar pelengkap takjil, melainkan kebutuhan esensial bagi mereka yang ingin tetap produktif meski menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 13 jam.
Rahasia Stamina Saat Sahur: Energi “Slow-Release”
Tantangan terbesar saat berpuasa adalah menjaga kadar gula darah agar tidak merosot tajam di siang hari. Pisang mengandung kombinasi unik dari tiga jenis gula alami—sukrosa, fruktosa, dan glukosa—yang dipadukan dengan serat tinggi.
Kombinasi ini menciptakan efek energi slow-release. Artinya, energi yang dihasilkan tidak langsung habis dalam sekejap, melainkan dilepaskan secara bertahap ke dalam aliran darah. Mengonsumsi satu buah pisang saat sahur dapat membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi putih atau roti biasa.
Penyeimbang Elektrolit dan Pencegah Kram
Dehidrasi bukan hanya soal kekurangan air, tapi juga hilangnya mineral penting. Pisang adalah sumber Kalium (Potasium) yang sangat kaya. Mineral ini berfungsi menjaga keseimbangan cairan di dalam sel tubuh dan memastikan otot serta saraf bekerja secara optimal.
Bagi warga perkotaan yang tetap harus berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum di bawah terik matahari, asupan kalium dari pisang sangat krusial untuk mencegah kram otot dan kelelahan jantung yang sering muncul akibat dehidrasi ringan di sore hari.














