Health

Rahasia Sahur Anti-Lemas, Simak Panduan Menu “Slow-Release” Agar Energi Awet 14 Jam

×

Rahasia Sahur Anti-Lemas, Simak Panduan Menu “Slow-Release” Agar Energi Awet 14 Jam

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS – Memasuki bulan suci Ramadan, salah satu tantangan terbesar bagi umat Muslim adalah menjaga produktivitas meski sedang berpuasa. Banyak yang mengeluhkan rasa lemas luar biasa, terutama setelah bangun tidur pasca-sahur. Pakar kesehatan mengungkapkan bahwa kunci utama kebugaran saat puasa bukan pada jumlah makanan yang disantap, melainkan pada jenis nutrisi yang masuk saat sahur.

Mengapa Kita Sering Lemas Setelah Sahur?

Rasa lemas di pagi hari sering kali dipicu oleh fenomena sugar crash. Hal ini terjadi ketika menu sahur didominasi oleh karbohidrat sederhana—seperti nasi putih berlebih, mi instan, atau minuman manis—yang menyebabkan lonjakan gula darah secara instan lalu turun drastis tak lama kemudian. Akibatnya, tubuh terasa lunglai bahkan sebelum waktu Zuhur tiba.

Menu “Slow-Release”: Rahasia Kenyang Lebih Lama

Untuk mengantisipasi hal tersebut, para ahli gizi menyarankan beralih ke menu dengan indeks glikemik rendah atau slow-release energy. Prinsipnya adalah memilih makanan yang diproses secara perlahan oleh tubuh, sehingga energi dilepaskan sedikit demi sedikit selama 14 jam ke depan.

Berikut adalah komposisi ideal yang disarankan:

  • Karbohidrat Kompleks: Mengganti nasi putih dengan nasi merah, ubi, atau gandum utuh (oats). Serat tinggi pada bahan ini berfungsi sebagai “jangkar” energi.
  • Protein Berkualitas: Telur, dada ayam, atau tempe sangat penting untuk menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang yang lebih stabil dibandingkan lemak.
  • Serat dari Sayur Hijau: Serat tidak hanya melancarkan pencernaan, tetapi juga memperlambat penyerapan glukosa ke dalam darah.
  • Lemak Sehat: Potongan alpukat atau kacang-kacangan membantu otak tetap fokus dan tidak mudah lelah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *