Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyebut pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta program bantuan pangan murah sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi potensi panic buying masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri kegiatan GPM yang diselenggarakan oleh Polda Sumsel bersama Perum Bulog Kantor Wilayah Sumsel–Babel di Palembang, Jumat (13/3/2026).
“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Pemerintah bersama Polri dan TNI harus lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat. Kegiatan seperti GPM ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mencegah panic buying sembako,” ujar Herman Deru.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan hingga menjangkau daerah-daerah pelosok, sehingga masyarakat semakin mudah memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Menurut Herman Deru, Perum Bulog memiliki tugas yang tidak mudah dalam menyalurkan beras hingga mencapai 3 ribu ton per bulan di Sumsel.
Karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai lembaga agar distribusi dapat berjalan lancar.
“Target minimal dalam setiap kegiatan adalah tersalurnya 2 ton beras. Pemerintah bersama Polri dan TNI harus terus bersinergi dalam menyalurkan bantuan bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho mengatakan bahwa kegiatan GPM dilaksanakan secara serentak di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Secara nasional, Polri telah menggelar 142.872 kegiatan serupa.














