KORDANEWS – Di tengah gempuran tren pahlawan super dengan jubah dan teknologi canggih, muncul sosok pelindung dunia yang jauh dari kata biasa: seekor ayam jago bernama Keiji. Serial Rooster Fighter (Niwatori Fighter) karya Shu Sakuratani kini bukan lagi sekadar bincang-bincang hangat di komunitas manga. Per Maret 2026, adaptasi animenya resmi mengudara dan langsung memicu diskusi luas di berbagai platform streaming digital.
Asal-Usul dan Premis yang Mengguncang
Manga ini pertama kali muncul di platform Comiplex pada akhir 2020. Premisnya sederhana namun absurd: dunia sedang diambang kehancuran akibat kemunculan Kiju, monster raksasa yang lahir dari akumulasi emosi negatif dan keputusasaan manusia. Di saat militer gagal membendung serangan ini, muncul Keiji, seekor ayam jago yang memiliki tekad baja dan kemampuan tempur luar biasa.
Keiji bukanlah ayam sembarangan. Ia adalah seorang pengembara tunggal dengan luka masa lalu yang kelam—saudara perempuannya, Sara, tewas di tangan “Iblis Putih”. Misi balas dendam inilah yang membawanya bertarung dari satu kota ke kota lain, melindungi manusia yang seringkali justru meremehkan keberadaannya.
Adaptasi Anime: Kualitas Visual Studio Sanzigen
Setelah penantian panjang, adaptasi anime Rooster Fighter akhirnya dirilis secara global. Di Amerika Serikat, serial ini tayang perdana di blok Toonami (Adult Swim) pada 14 Maret 2026. Sementara itu, penggemar di Indonesia sudah bisa menikmatinya melalui Crunchyroll dan Bstation mulai 15 Maret 2026.
Produksi anime ini ditangani oleh Studio Sanzigen, yang dikenal dengan kepiawaiannya mengolah animasi CGI. Penggunaan CGI dalam Rooster Fighter memberikan dimensi baru pada adegan pertarungan—membuat gerakan ayam yang lincah dan serangan monster raksasa terasa lebih intens dan dramatis tanpa kehilangan estetika gaya manga aslinya.















