KORDANEWS – Dunia sepak bola Italia kembali berduka. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, pemegang empat gelar juara dunia, Timnas Italia, dipastikan absen dari panggung tertinggi sepak bola global. Kegagalan ini memicu gelombang kemarahan dari berbagai tokoh legendaris, salah satunya adalah mantan pelatih tersukses Italia, Fabio Capello.
Setelah kekalahan dramatis melalui adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina pada babak play-off yang berlangsung Rabu (1/4/2026), Capello secara terbuka menyatakan kekecewaan mendalam dan menyebut situasi ini sebagai hal yang memalukan.
Kekecewaan Mendalam: “Saya Tak Bisa Tidur”
Dalam sebuah wawancara eksklusif yang dikutip dari berbagai media internasional, Capello mengaku sangat terpukul secara pribadi. Ia menggambarkan kegagalan ini bukan sekadar hasil buruk di lapangan, melainkan sebuah tragedi bagi martabat bangsa yang memiliki sejarah sepak bola yang sangat panjang.
“Saya tidak bisa tidur sepanjang malam, saya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Kita berbicara tentang juara dunia empat kali,” ujar Capello dengan nada tegas. “Ini adalah tragedi olahraga, sebuah aib. Ini adalah salah satu hal terburuk yang pernah menimpa sepak bola Italia dalam sejarah terbarunya.”
Baginya, absennya Italia di Piala Dunia 2018, 2022, dan kini 2026 adalah siklus kegagalan yang menunjukkan adanya kerusakan sistemik yang sangat serius.
Kritik Keras Terhadap Federasi (FIGC)
Kemarahan Capello tidak hanya ditujukan kepada performa para pemain di lapangan atau strategi pelatih Gennaro Gattuso. Ia justru menyoroti ketidakmampuan para petinggi federasi untuk mengambil tanggung jawab atas kegagalan beruntun ini.














