KORDANEWS – Seiring dengan antusiasme global menyambut adaptasi film Project Hail Mary pada tahun 2026 ini, perdebatan mengenai seberapa akurat sains dalam karya Andy Weir tersebut kembali mencuat. Para astrofisikawan memberikan penilaian yang beragam: mereka memuji mekanika orbitalnya yang brilian, namun tetap memberikan catatan kritis terhadap elemen “mikroba ajaib” yang menjadi inti cerita.
Berikut adalah rangkuman analisis para ahli mengenai apa yang benar-benar mungkin dan apa yang hanya sekadar imajinasi dalam misi penyelamatan Bumi tersebut.
Kekuatan pada Fisika dan Relativitas
Bagi para pecinta fiksi ilmiah berat, Project Hail Mary dianggap sebagai standar tinggi dalam penggambaran hukum fisika di ruang angkasa. Salah satu aspek yang paling dipuji adalah penggunaan Gravitasi Buatan. Dr. Jacqueline McCleary dari Northeastern University mencatat bahwa metode kapal menciptakan gravitasi melalui gaya sentrifugal (dengan cara memutar kapal) adalah metode yang sepenuhnya valid dan dianggap paling masuk akal bagi manusia untuk bertahan hidup dalam perjalanan antarbintang jangka panjang.
Selain itu, penggambaran Dilatasi Waktu menjadi poin kuat lainnya. Karena kapal melaju hingga 92% kecepatan cahaya, waktu bagi karakter utama, Ryland Grace, berjalan jauh lebih lambat dibandingkan dengan waktu di Bumi. Para ahli memuji Weir karena tidak mengabaikan teori relativitas Einstein ini, bahkan menjadikannya elemen kunci dalam alur cerita dan komunikasi antar-spesies.














