KORDANEWS – Nyeri di area tulang belikat atau punggung atas sering kali dianggap sebagai keluhan sepele akibat kelelahan. Namun, bagi banyak orang, rasa sakit yang menusuk atau pegal tumpul di area ini bisa menjadi sangat menyiksa dan menghambat produktivitas. Memahami penyebab di balik nyeri belikat adalah langkah pertama yang krusial sebelum menentukan cara penanganannya, karena sumber masalahnya bisa beragam, mulai dari otot hingga persarafan.
Penyebab paling dominan yang ditemukan dalam aktivitas modern saat ini adalah postur tubuh yang buruk. Fenomena yang sering disebut sebagai “text neck” atau “forward head posture” terjadi ketika seseorang terlalu lama menunduk menatap layar ponsel atau membungkuk di depan komputer. Posisi ini memaksa otot-otot di sekitar belikat, seperti otot trapezius dan rhomboid, untuk bekerja ekstra keras menahan beban kepala yang condong ke depan. Akibatnya, otot menjadi tegang, meradang, dan menimbulkan rasa kaku yang kronis.
Selain faktor postur, ketegangan otot akibat aktivitas fisik yang tidak biasa juga sering menjadi pemicu. Mengangkat beban berat dengan posisi yang salah atau melakukan gerakan lengan berulang secara tiba-tiba dapat menyebabkan cedera mikro pada serat otot di sekitar belikat. Dalam kondisi ini, tubuh akan merespons dengan rasa nyeri sebagai alarm agar bagian tersebut diistirahatkan. Jika nyeri disertai dengan sensasi kesemutan yang menjalar hingga ke lengan, ada kemungkinan masalah berasal dari saraf yang terjepit di area tulang belakang leher.















