KORDANEWS – Franchise monster legendaris kembali mengguncang dunia perfilman lewat perilisan trailer perdana Godzilla Minus Zero. Cuplikan terbaru ini langsung menjadi sorotan global karena menampilkan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya: Godzilla menghancurkan kota New York, memperluas jangkauan cerita dari Jepang ke panggung internasional.
Trailer tersebut pertama kali diputar dalam ajang CinemaCon 2026 dan segera memicu antusiasme besar dari penggemar film kaiju. Dalam beberapa adegan yang ditampilkan, ikon kota seperti gedung pencakar langit dan area sekitar Patung Liberty terlihat hancur akibat serangan sang “Raja Monster”. Visual ini menegaskan bahwa skala kehancuran dalam sekuel ini akan jauh lebih besar dibanding film sebelumnya.
Film ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan besar Godzilla Minus One (2023), yang sebelumnya mendapat pujian kritis dan kesuksesan global. Disutradarai kembali oleh Takashi Yamazaki, film ini tetap mempertahankan pendekatan emosional yang kuat, namun kini dikemas dengan skala cerita yang lebih luas dan ambisius.
Dalam pernyataan awal yang diungkapkan sang sutradara, Godzilla Minus Zero akan melanjutkan kisah pascaperang dengan fokus pada karakter manusia yang masih dihantui trauma dari peristiwa sebelumnya. Cerita dikabarkan mengambil latar beberapa tahun setelah kejadian film pertama, di mana dunia belum sepenuhnya pulih dari kehancuran yang pernah ditimbulkan Godzilla.
Namun kali ini, ancaman tidak hanya berhenti di Jepang. Trailer memperlihatkan indikasi bahwa Godzilla muncul di Amerika Serikat, tepatnya di New York, yang menandakan bahwa konflik dalam film ini akan berskala global. Kehadiran unsur militer internasional dalam beberapa adegan juga memperkuat dugaan bahwa cerita akan melibatkan kerja sama antarnegara dalam menghadapi ancaman monster raksasa tersebut.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian dari proyek ini adalah pengumuman format penayangan. Godzilla Minus Zero dikonfirmasi akan dirilis dalam format IMAX, menjadikannya salah satu produksi Jepang yang didesain khusus untuk pengalaman layar besar. Hal ini menunjukkan ambisi studio untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih imersif, terutama dalam menampilkan skala kehancuran dan detail visual Godzilla.















