“Kalau ada perusahaan yang menggunakan cara murah dengan membakar lahan dan mengakibatkan karhutla, jangan segan-segan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Raja Juli, pengawasan terhadap aktivitas perusahaan menjadi salah satu aspek penting dalam menekan angka kebakaran selama musim kemarau.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan luasnya kawasan gambut di provinsi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian karhutla. Sumsel memiliki sekitar 1,4 juta hektare lahan gambut yang sangat rentan terbakar ketika memasuki musim kemarau.
“Pemerintah pusat dapat memperkuat pengawasan di kawasan hutan dengan menambah jumlah polisi hutan agar upaya perlindungan kawasan konservasi semakin optimal,”kata dia.
Herman Deru memastikan seluruh kepala daerah di Sumatera Selatan telah berkomitmen memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah masing-masing melalui kolaborasi lintas instansi.
“Penyebab kebakaran tidak hanya dipengaruhi faktor alam seperti kemarau panjang, tetapi juga aktivitas manusia. Oleh sebab itu, pengawasan dan penegakan hukum dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran terus meluas selama musim kemarau tahun ini,”kata dia.















