Sport

Jejak Indonesia di Liga Italia: Ada Jay Idzes, Federico Barba, dan Como 1907

×

Jejak Indonesia di Liga Italia: Ada Jay Idzes, Federico Barba, dan Como 1907

Sebarkan artikel ini

Jika Jay Idzes mewakili Indonesia sebagai pemain, Como 1907 memiliki hubungan dengan Indonesia dari sisi kepemilikan.

Como 1907 dibeli oleh Grup Djarum pada 2019. Akuisisi tersebut menjadi salah satu contoh keterlibatan pengusaha Indonesia dalam sepak bola Eropa.

Setelah melalui proses pembangunan klub, Como berhasil kembali ke Serie A pada 2024, untuk pertama kalinya setelah lebih dari dua dekade.

Kembalinya Como ke kasta tertinggi membuat nama klub tersebut semakin dikenal di Indonesia. Apalagi, keberadaan pemilik asal Indonesia membuat perjalanan klub di Serie A mendapatkan perhatian khusus dari publik Tanah Air.

Dari Italia ke Indonesia, Begitu Juga Sebaliknya

Kisah Jay Idzes, Federico Barba, dan Como 1907 menunjukkan bahwa hubungan sepak bola Indonesia dan Italia tidak hanya terjadi dalam satu bentuk.

Jay Idzes membawa identitas Indonesia ke lapangan Serie A. Ia menjadi pemain yang tampil langsung dalam kompetisi elite Italia sekaligus membawa nama Timnas Indonesia.

Federico Barba justru bergerak dalam arah berbeda. Pemain Italia tersebut pernah memperkuat Como, klub yang memiliki hubungan kepemilikan dengan pengusaha Indonesia, kemudian melanjutkan kariernya di kompetisi Indonesia.

Sementara Como menjadi jembatan dari sisi bisnis. Kepemilikan Grup Djarum membuat Indonesia memiliki keterkaitan langsung dengan sebuah klub yang berkompetisi di salah satu liga sepak bola terbesar dunia.

Jejak yang Makin Panjang

Kehadiran pemain Indonesia di Italia dan keterlibatan investor Indonesia dalam sepak bola Eropa menunjukkan semakin luasnya hubungan sepak bola kedua negara.

Bagi Indonesia, kiprah Jay Idzes di Serie A menjadi pencapaian penting karena memberikan representasi langsung di kompetisi elite Eropa.

Di sisi lain, Como 1907 memperlihatkan bahwa pengaruh Indonesia tidak selalu harus hadir melalui pemain. Investasi, kepemilikan klub, serta pertukaran pemain juga menjadi bagian dari jejak Indonesia di sepak bola internasional.

Dengan perjalanan Jay Idzes di Sassuolo, pengalaman Federico Barba di Como dan Indonesia, serta kepemilikan Como 1907 oleh Grup Djarum, hubungan Indonesia dengan sepak bola Italia kini memiliki cerita yang semakin beragam.

Bukan hanya tentang siapa yang bermain di Italia, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia perlahan menjadi bagian dari ekosistem sepak bola Italia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *