KORDANEWS – Legenda Barcelona, Sergio Busquets, resmi kembali ke Camp Nou. Namun kali ini, bukan dengan mengenakan sepatu dan berdiri di tengah lapangan, melainkan membawa papan taktik sebagai bagian dari staf kepelatihan.
Barcelona mengonfirmasi bahwa Busquets bergabung dengan Barça Atlètic, tim reserve klub, sebagai asisten pelatih Juliano Belletti. Langkah tersebut menjadi awal perjalanan baru mantan gelandang bertahan tersebut di dunia kepelatihan.
Busquets mulai menjalankan peran barunya pada Senin, 17 Agustus 2026. Di saat yang sama, ia juga tengah menjalani pendidikan untuk mendapatkan lisensi kepelatihan.
Bagi Barcelona, kembalinya Busquets bukan sekadar reuni dengan salah satu legenda terbesar klub. Pengalaman dan pemahamannya mengenai filosofi permainan Barça diharapkan dapat membantu perkembangan para pemain muda di akademi.
Pulang ke Tempat yang Membesarkannya
Kisah Busquets bersama Barcelona bermula dari La Masia.
Ia berkembang melalui sistem akademi klub sebelum menembus tim utama pada musim 2008/09. Di bawah arahan Pep Guardiola, Busquets kemudian menjelma menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di generasinya.
Selama 15 musim membela Barcelona, ia mencatat 722 pertandingan resmi dan menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak ketiga dalam sejarah klub.
Prestasinya juga luar biasa.
Busquets memenangkan 32 trofi bersama Barcelona, termasuk sembilan gelar La Liga, tujuh Copa del Rey, tujuh Piala Super Spanyol, tiga Liga Champions, tiga Piala Super Eropa, dan tiga Piala Dunia Antarklub.
Ia merupakan bagian penting dari salah satu era paling sukses dalam sejarah Barcelona.
Kini, setelah meninggalkan lapangan sebagai pemain, Busquets kembali ke lingkungan yang sudah sangat dikenalnya untuk membantu generasi berikutnya.
Bukan Sekadar Mantan Pemain
Kehadiran Busquets di Barça Atlètic memiliki nilai lebih dari sekadar statusnya sebagai mantan kapten.
Sepanjang kariernya, Busquets dikenal karena kemampuan membaca permainan, positioning, ketenangan saat menguasai bola, dan kecerdasannya dalam mengambil keputusan.
Karakteristik tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling penting dalam sistem permainan Barcelona selama bertahun-tahun.
Kini, kemampuan tersebut akan coba ditularkan kepada para pemain muda.
Barça Atlètic merupakan salah satu tahap penting dalam jalur pembinaan pemain Barcelona. Banyak pemain yang kemudian menjadi bintang dunia terlebih dahulu melewati tim reserve sebelum mendapatkan kesempatan memperkuat tim utama.
Busquets sendiri pernah berada di posisi tersebut.
Ia memahami bagaimana rasanya berkembang dari pemain akademi hingga menjadi bagian dari tim utama. Pengalaman itu menjadi modal penting ketika kini ia harus membantu pemain-pemain muda menghadapi tahap awal karier profesional mereka.
Bekerja Bersama Juliano Belletti
Dalam peran barunya, Busquets akan bekerja bersama Juliano Belletti, yang saat ini menangani Barça Atlètic.
Belletti bukan sosok asing bagi Barcelona. Mantan bek kanan asal Brasil tersebut pernah menjadi bagian dari skuad Barcelona dan mencetak salah satu gol paling terkenal dalam sejarah klub ketika menghadapi Arsenal di final Liga Champions 2006.
Kini keduanya kembali ke Barcelona dalam kapasitas berbeda.
Belletti bertugas sebagai pelatih kepala, sementara Busquets memulai perjalanan kepelatihannya sebagai asistennya.
Kombinasi pengalaman Belletti dan pengetahuan Busquets tentang filosofi Barcelona menjadi salah satu hal yang menarik untuk dinantikan.















