Serat dalam tahu merangsang pergerakan usus dan mencegah sembelit. Teksturnya yang lembut juga sangat ramah bagi lambung anak yang masih sensitif.
5. Dukung Perkembangan Otak
Vitamin B kompleks, lesitin, dan asam lemak tak jenuh dalam tahu berperan penting dalam perkembangan sistem saraf, kemampuan belajar, dan daya ingat anak.
6. Lindungi Sel Tubuh
Isoflavon sebagai antioksidan alami melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas polusi dan makanan tidak sehat.
7. Aman untuk Anak Alergi Susu
Bagi anak yang alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa, tahu menjadi alternatif sumber kalsium dan protein yang sangat baik.
Bisa Diberikan Sejak Awal MPASI
Tahu termasuk makanan yang aman diperkenalkan sejak usia 6 bulan atau awal masa MPASI. Teksturnya yang lembut memudahkan orang tua mengolahnya sesuai tahap perkembangan makan anak:
- 6-8 bulan: Dihaluskan atau dicincang sangat halus
- 9-12 bulan: Potongan kecil atau bentuk finger food seperti nugget tahu
- 1 tahun ke atas: Berbagai variasi masakan
“Yang perlu diingat, kedelai termasuk bahan alergenik. Untuk pertama kali, berikan dalam jumlah sedikit dan pantau reaksi alergi seperti ruam atau gangguan pencernaan,” saran dr. Amelia.
Variasi Olahan Agar Anak Tak Bosan
Agar si kecil tidak jenuh, tahu bisa diolah menjadi berbagai menu kreatif: nugget tahu, bola-bola tahu ayam, tahu isi sayur, sup tahu, tahu goreng tepung, hingga smoothie tahu campur buah.
“Kuncinya ada di kreativitas orang tua. Dengan harga yang sangat murah, tahu bisa menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi anak kita,” pungkasnya.















