Home Sumsel BMKG Prediksi Karhutla di Sumsel Tahun ini Lebih Sedikit

BMKG Prediksi Karhutla di Sumsel Tahun ini Lebih Sedikit

ORDANEWS- Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi bahwa musim kemarau pada tahun ini lebih basah ketimbang tahun lalu.

Kepala BMKG, Andi Eka Sakya mengatakan, menengok dari review release musim kemarau pada 14 Maret dan 3 Juni 2016, bahwa BMKG telah memprediksi dan menyampaikan periode musim kemarau 2016 akan mengalami kondisi lebih basah.

Pada bulan Juni 2016 lalu, BMKG pun memprediksi  27.2% beberapa wilayah hingga saat ini belum memasuki musimkemarau dan masih terus terjadi curah hujan yang tinggi.

“Situasi ini menegaskan terjadinya kemarau basah atau sering dikenal pula wet spell,” tegasnya, Minggu (21/8/2016)

Ia mengungkapkan, jika mengamati statistik peristiwa El Nino dan La Nina pada 50 tahun terakhir, dapat disimpulkan bahwa 75% El Nino kuat dapat diikuti oleh munculnya La Nina.

Apakah fenomena La Nina Lemah tahun 2016 akan bertahan dan menambah basah wilayah Indonesia?.

Berdasarkan hasil monitoring, pertengahan Agustus 2016 menunjukkan indeks ENSO mencapai -0.51 yang berkorelasi dengan intensitas La Nina dengan berkategori lemah.

“Sebagian besar lembaga internasional memprediksi terjadinya La Nina mulai ASO (Agustus, September, Oktober”¬† jelas Andi.

Bersamaan dengan La Nina, terjadi pula fenomena Indian Ocean Dippole Mode (IOD) negatif sejak Mei 2016.

Kondisi ini diprediksi bertahan hingga November 2016.

Sementara itu, anomali Suhu Muka Laut yang hangat disekitar perairan Indonesia akan menambah tingginya curah hujan di Sumatera dan Jawa bagian Barat.

“Titik panas ada di sejumlah wilayah Riau, Kalimantan Barat, dan Sumsel. Jadi kebakaran hutan dan lahan tidak terlalu banyak,”

“Kondisi ini tidak separah dibandingkan tahun 2015 lalu,” kata dia.

 

 

editor  : ardi

sumber : kordanews.com

Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here