Headline

Kapal Tenggelam, Jasad Anggun Dan Rekannya Karyawan BTN Pangkal Pinang Belum Ditemukan

×

Kapal Tenggelam, Jasad Anggun Dan Rekannya Karyawan BTN Pangkal Pinang Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Tiga orang karyawan Bank BTN Pangkalpinang menjadi korban kecelakaan kapal laut di perairan Pulau Bintan, Minggu (21/8) pagi. Korban diketahui bernama Santi, Anggun dan Rahmiyana.Sebuah kapal pompong (kapal penyeberangan kecil) yang ditumpangi tiga karyawati BTN Pangkalpinang itu tenggelam saat berlayar dari kota Tanjungpinang menuju Pulau Penyengat. Pompong yang mengangkut 16 penumpang itu dihantam badai setelah delapan menit berlayar.

Informasi kecelakaan dibenarkan oleh Pimpinan BTN Pangkalpinang, Chris Setyawan saat dikonfirmasi Bangka Pos Group Minggu malam. Lewat sambungan telepon Chris menyebutkan saat ini ia bersama keluarga korban sedang berada di Batam.

“Iya betul, ada tiga karyawan kami yang mengalami musibah, ini

saya bersama keluarga korban lagi di Batam,” katanya.

Chris menyebutkan, korban Santi dan Rahmi ditemukan meninggal dunia sedangkan Anggun informasinya masih simpang siur.

Anggun Trisna, Pegawai Bank BTN yang dikabarkan meninggal dunia akibat kapal wisata tenggelam

“Info tentang Anggun masih simpang siur makanya kami datang langsung untuk mengetahui informasinya,” sebut Chris.

Cuaca buruk
Perahu pompong yang ditumpangi Rahmi dan rekan-rekannya bertolak dari Kota Tanjungpinang (Pulau Bintan) menuju Pulau Penyengat, sekira pukul 09.38 WIB.

Pulau Penyengat merupakan obyek wisata sejarah yang berjarak sekira 2 km dari Kota Tanjungpinang. Dalam kondisi normal, dariTanjungpinang menuju Pulau Penyegat, hanya perlu waktu 15 menit menumpang perahu pompong.

Ketika musibah terjadi ada dua orang, Wendy (25) dan Endrian (20), langsung memberi pertolongan kepada para penumpang perahu pompong.

“Kami berdua yang paling pertama menceburkan diri ke laut untuk menolong korban. Kemudian, sejumlah orang dari Korps Marinir dan Kesatuan Pelaksana Pengaman Pelabuhan (KP3) ikut turun membantu,” ungkap Wendy saat ditemui di halaman Ocean Corner, Tepi Laut Tanjungpinang, Minggu siang.

Endrian mengatakan kecelakaan laut itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, terjadi hujan lebat di sekitar Tanjungpinangdan Pulau Penyengat. Angin kencang yang menyertai hujan lebat tidak berlangsung lama.

“Wah, lihat cuacanya saja kami merasa ngeri sekali. Kami jadi takut. Makanya kami heran, kok tekong (pengemudi) pompong itu berani berlayar ke sana,” ujar Wendy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *