15.031 Warga Lahat Terancam Tak Bisa Nyoblos

KORDANEWS – Berdasarkan data Komisi Pemiluhan Umum (KPU) Kabupaten Lahat, hasil pencoklitan di 24 kecamatan, sedikitnya ada 15.031 pemilih tidak dapat menggunakan hak suaranya, pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 27 Juni mendatang karena belum melakukan perekaman ataupun tidak memiliki E-KTP.

Dari data tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melalui Komisi 1, melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) di ruang rapat, Rabu (4/4/2018), bersama KPU, Panwaslu, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Kepala Dinas Dukcapil Lahat, Yohn Tito SH MM menerangkan, dari hasil coklit KPU Lahat, ada sekitar 15.031 lebih potensi pemilih yang belum lakukan perekaman.

Pihaknya saat ini telah mengambil langkah, dapat melakukan perekaman diseluruh kecamatan. Juga akan masuk ke tiap sekolah, lakukan perekaman pada pemilih pemula.

“Kami optimis, kurun waktu dua bulan pasti akan selesai semua. Kita akan jemput bola, lakukan perekaman tiapkecamatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Lahat, Samsurizal Nusir Bsc menuturkan, hasil rekaputulasi jumlah pemilih sementara ada 291.494, tersebar di 24 kecamatan. Diantaranya terdapat pemilih belum perekaman dan belum punya E-KTP. Jika ingin menggunakan KK, pihaknya terbentur regulasi KPU.

“Kita minta adanya payung hukum dulu, agar bisa menggunakan KK. Jadi saat ini kami belum bisa mengeluarkan aturan itu,” tukasnya.

Dilain pihak, Plt Ketua DPRD Lahat, Dedi Candra mengucapkan, persoalan ini pihanya rapatkan agar mencegah terjadinya gesekan di masyarakat, mengeluh lantaran tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

“Jadi belum ada sinkronisasi antara KPU, Kades, soal syarat pemilih ini. Saat pencoblosan nanti, bisa jadi ribuan masyarakat terancam tidak bisa memilih,” terangnya.

Editor: Janu

e-KTP Golput KTP elektronik pilkada politik

Related Post

Leave a reply

Loading...