Dugaan Pungli di SMAN 6 Palembang, Puluhan Warga Ngadu ke Gubernur

KORDANEWS – Puluhan masyarakat yang tergabung dari kelompok Sriwijaya Coruption Watch (SCW), berbondong-bondong mendatangi Kantor Gubernur untuk mengadu terkait adabya indikasi dugaan pungutan Liar (Pungli) di lingkungan SMAN 6 kota Palembang, Senin (6/8).

Dalam aksi ini, SCW memberikan Lima tuntutan yakni mendesak Gubernur Sumsel memberikan sanksi kepada SMA 6 yang diduga melakukan pungli pada peserta didik baru tahun ajaran 2018, meminta Gubernur Sumsel membentuk tim guna mengusut indikasi Pungli, mendesak Polda Sumsel untuk memanggil kepala sekolah SMAN 6.

Selain itu, mendesak Kejati Sumsel membongkar mafia Pungli di SMAN 6 dan mendesak kepala SMA 6 untuk mengundurkan diri karena melegalkan pungli.

Koordinator aksi SCW Sumsel, M Almi mengatakan, ini merupakan aksi ke Enam yang sudah dilakukan terkait dengan dugaan Pungli di SMAN 6 dan untuk menuntut oknum kepala sekolah dipecat.

“Kedatangan kami kesini untuk mengadu ke Gubernur Sumsel untuk segera memecat oknum kepala sekolah SMAN 6 yang diduga melakukan Pungli ini,” kata Almi.

Menurut Almi, SMAN 6 itu bukan meminta sumbangan. Jika itu sumbangan harus dilakukan sukarela sedangkan dari pihak sekolah sudah menetapkan biaya sumbangan seperti uang pembangunan Rp 5.2 juta, SPP Rp 600 ribu, dan seragam Rp 1,7 juta dengan total secara keseluruhan Rp 7.5 juta.

“Itu bukan sumbangan namanya tetepi itu jelas Pungli. Kami medesar pak Gubernur yang merupakan pelopor Program Sekolah Gratis (PSG) untuk segera mengusut ini karena merusak nama baik pak Gubernur sebagai Pelopor PSG di masa akhir jabatannya,” ungkapnya.

Almi menambahkan, pihaknya juga dalam waktu dekat juga akan mengelar aksi serupa di Polda Sumsel, SMAN 6, dan Kejati menuntut harus diusutnya Pungli ini.

“Kami akan terus melakukan aksi ini kepada penegak hukum di Sumsel sampai oknum kepala sekolah ini dipecat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMA Disdik Sumsel, Boni Syafrian mengatakan, dari semua pernyataan yang diberikan oleh pendemo, ada beberapa hal yang harus di perhatikan dan juga diluruskan seperti Permen Mendikbud nomor 75 tahun 2016.

“Mereka tadi bilang tidak boleh menerima sumbangan itu salah juga, karena itu telah diatur sangat jelas dengan membedakan dua hal sumbangan dengan pungutan itu, dan itu tidak boleh menetapkan berapa jumlahnya dan tidak boleh ditetapkan untuk kapan dibayarnya, akan tetapi harus di kasih tengga waktu selama satu tahun berarti itu tidak boleh lebih satu tahun ini menjadi persoalan,”ungkapnya.

Menurutnya sumbangan tetap bisa dilakukan, karena dari sumbangan itu untuk menutupi kekurangan-kekurangan dana yang diberikan Pemerintah Pusat dengan dana Bos, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) membuat program sekolah gratis, dengan dana sumbangan yang diberikan oleh orang tua siswa dapat membantu operasional sekolah.

“Mungkin dari 328 SMA SMK negeri, sekitar 50an yang menarik sumbangan, penarikan tersebut untuk operasional sehari-hari, karena tidak cukup seperti halnya listrik di SMA mencapai 40 juta satu bulan,” ujarnya.

Namun, Ia pun sangat tidak membenarkan jika sekolah menetapkan sumbangan kepada orang tua siswa, disebabkan sumbangan harus disukarela.

“Pihak sekolah tidak boleh menetapkan berapa jumlahnya dan tidak boleh ditetapkan untuk kapan dibayarnya, akan tetapi harus di kasih tengga waktu selama satu tahun berarti itu tidak boleh lebih satu tahun ini menjadi persoalan

Lebih lanjut, saat ini Inspektorat jenderal telah melakukan investigasi selama dua Minggu untuk mengusut dugaan pungli dengan melakukan pemeriksaan. Akan tetapi saat ini dari hasil pemeriksaan pihaknya belum mendapatkan hitam diatas putih atas kasus ini.

“Kita masih menunggu hasil tersebut, tetapi mudah-mudahan kita secepatnya mendapatkan hasilnya,” jelasnya.

Jika hasil tersebut belum dituangkan dalam hitam diatas putih oleh Inspektorat Jenderal, pihaknya akan memintak bantuan kepada Gubernur untuk dapat menurunkan tim Inspektorat Jenderal yang ada di Sumsel. “Ini semua agar hasilnya dapat lebih cepat,” pungkasnya. (Ab)

Editor: Janu

aksi pungli

Related Post

Leave a reply

Tirto.ID
Loading...