Walhi Sebut Hal Ini Jadi Penyebab Banjir di Kota Palembang

KORDANEWS — Banjir yang melanda di beberapa wilayah Kota Palembang, Selasa (13/11/2018) kemarin dinilai akibat tata ruang dan sistem drainase Kota Palembang tidak optimal, diperparah lagi minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kurangnya kolam retensi menjadi penyebab utamanya.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Selatan Hairul Sobri, mengungkapkan Berdasarkan topologi, Kota Palembang memiliki luas lahan sekitar 35.855 hektar yang sebagian besar adalah lahan rawa. Dengan adanya kebutuhan dan kepentingan, lahan rawa di Palembang hanya 2.372 hektar.

“Ditambah dengan tidak optimalnya drainase juga keberadaan kolam retensi yang jauh dari kata memadai,”ucapnya.

Kolam retensi di Palembang untuk menampung air hanya 26 kolam yang idealnya harus 77 kolam. Jika mengacu pada perencanaan tata ruang wilayah kota harus memuat rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau yang luas minimalnya sebesar 30 persen dari luas wilayah kota.

“Untuk RTH di Kota Palembang sendiri hanya 3.645 hektar jauh dari luasan RTH ideal yakni seluas 10.756 hektar,”jelasnya.

Ia pu melakukan pengamatan, kondisi banjir yang terjadi, diantaranya sekitaran kolam retensi dan bantaran sungai peluapan air ditambah kawasan yang dulu timbunan rawa untuk serapan air juga berdampak.

“Kawasan itu dulunya adalah kawasan serapan, tapi untuk kepentingan bisnis, sekarang sudah banyak perumahan,”ujarnya.

Apalagi, ia mengungkapkan bahwa saat ini kebijakan Pemerintah tidak mengacu, pada Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sehingga bencana ekologis selalu terulang.

Untuk itu dirinya mengharapkan agar Pemerintah terkait dapat mencari solusi penyelesaian cepat kasus banjir yang terjadi di Kota Palembang.

Selain itu, itu Pemerintah juga harus dapat melakukan pembenahan dengan menata kembali tata ruang, sehingga banjir di Palembang dapat diminimalisir.

Baca Juga :   Rangkaian LRT Akan Segera Tiba di Palembang Lho !

“Jika hal ini dibiarkan maka pendistribusian air akan terganggu,saatnya pemerintah kembali memperhatikan aspek-aspek lingkungan perkotaan seperti perluasan RTH, memulihkan serta menjaga area rawa yang tersisa, memperbaiki sistem drainase, dan memastikan fungsi kolam retensi berjalan dengan baik, serta dengan tegas,”harapannya. (Ab)

Editor : mahardika

palembang

Related Post

Leave a reply

Loading...