Polisi Serahkan Peti Jenazah ke Pihak Keluarga Sofyan

KORDANEWS — Setelah diketahui bahwa tulang belulang yang ditemukan polisi diperkebunan kelapa sawit di Dasa SP 4 Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas Utara adalah jasad Sofyan sopir GrabCar yang jadi korban perampokan dan pembunuhan.

Akhirnya jajaran Polisi menyerahkan peti jenazah yang berisi tulang belulang Sofyan kepada pihak keluarga secara resmi dikamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Jumat (16/11) siang.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno sebelum penyerahan peti jenazah secara resmi kepada pihak keluarga mengatakan proses identifikasi terhadap tulang belulang Sofyan dilakukan dua cara.

“Melalui data primer dan sekunder. Kalau data primer diperoleh melalui struktur gigi karena pada tahun 1997 almarhum Sofyan pernah periksa gigi di Dokter Putu dan rekam ada dari sinilah dikenali korban. Yang kedua data sekunder melalui pakaian yang dikenakan almarhum saat kejadian yang ditemukan dilokasi penemuan tulang belulang almarhum,”katanya.

Dari hasil outopsi tim dokter Forensik, korban dihabisi dengan menggunakan benda tumpul hal ini diperkuat dengan ditemukan patah tulang dibagian pipi serta pendarahan dirahangnya.

“Ada beberapa kerangka tulang almarhum yang belum ditemukan seperti kaki dan tangan kiri,”bebernya.

Untuk mobil korban Daihatsu Sigra Nopol BG 1274 UN hingga kini masih dicari keberadaan nya dan informasi mobil tersebut sudah berada di Provinsi Jambi.

Dalam kasus ini polisi sudah mengamankan tiga pelaku masing-masing RD, Fran dan AC. Satu pelaku atas nama RD yang ditangkap Minggu (11/11) dikediamannya di Kabupaten Musi Rawas Utara, sedangkan dua pelaku lainnya FR dan Acun menyerahkan diri.

Diketahui, Sofyan sopir GrabCar, dikabarkan hilang kontak bersama mobilnya Daihatsu Sigra Nopol BG 1274 UN setelah mengantar penumpang dari KM 5 dengan tujuan KFC simpang Bandara Senin 29 Oktober kemarin.

Mendapat kabar anggota keluarga mereka hilang kontak istri korban Fitri langsung membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.

Mendapat laporan keluarga korban, tim Subdit III Jatanras langsung mengejar dan menangkap salah satu pelaku, RD (42). Namun, kepada penyidik, RD mengaku tidak ingat di mana mayat korban dibuang setelah tewas dicekik.

Tak banyak berpikir, polisi langsung mencari mayat korban dan menelusuri rute saat para pelaku membawa kabur mobil. Di jalan Tanah Muara Lakitan inilah tim menemukan tulang belulang korban,” pungkasnya. (Dik)

editor : awan

No related post!

Leave a reply

Loading...