Tingkat Kemiskinan Sumsel Diatas Rata-Rata Nasional

KORDANEWS – Kemsikinan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih diatas rata-rata angka kemiskinan nasional. Tercatat dari bulan Maret 2017 angka kemiskinan telah mencapai sebanyak 1.104.000 jiwa, atau 13.19 persen, sedangkan untuk nasional hanya 9,8 persen.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, Ekowati Retnaningsih mengungkapakan hal ini terjadi dikarenakan di beberapa daerah di Sumsel angka kemiskinannya masih tinggi sehingga menjadi kalkulasi angka kemiskinan di Sumsel.

“Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, itu 16 diantaranya masih diatas rata-rata nasional,” katanya saat ditemui di kantor Bappeda Sumsel, Selasa (27/11/2018).

Untuk menurunkan angka kemiskinan ini tentunya sangat sulit. Apalagi, jika pemerintah daerah setempat tidak ikut membantu. Sementara itu, secara nasional angka kemiskinan terus menurun. Karena itu, dirinya berharap pemerintah daerah juga ikut berupaya mengentaskan kemiskinan.

Saat ini, Pemprov Sumsel sendiri akan bersinergi dengan stakeholder, perguruan tinggi dan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Mengingat saat ini data by name by addres sudah didapatkan. “Kami harap dengan adanya data ini maka upaya yang dilakukan dapat tepat sasaran,” terangnya.

Ditargetkan nanti kedepannya, angka kemiskinan di Sumsel hanya menembus satu angka. Lebih kecil dari angka kemiskinan nasional. Apalagi Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru, saat ini sudah memprogramkan beberapa bantuan yang akan diberikan ke masyarakat yang miskin. Hal ini, sesuai dengan visi dan misi Gubernur Sumsel.

Bahkan, Pemprov Sumsel sendiri akan meningkatkan anggaran untuk mengatasi persoalan kemiskinan ini. Meskipun begitu, dirinya masih enggan membeberkan dana untuk mengentaskan kemiskinan di Sumsel. “Nilainya belum ditandatangani oleh DPR sehingga kami belum dapat memastikannya,” singkat Ekowati.

Untuk diketahui bedasarkan data, angka kemiskinan yang paling tinggi di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) yakni 19,49 persen atau 36.950 jiwa. Dengan disusul oleh Kabupaten Lahat yakni sebesar 16,81 persen atau
sebanyak 67.830 jiwa. Sedangkan, diposisi ketiga yakni Kabupaten Musi Banyuasin yakni sebesar 16,75 persen atau 106.780 jiwa.

Baca Juga :   Markab IKPM Sumsel Yogyakarta Bangkitkan Nilai Perseduluran

“Untuk daerah yang paling rendah yakni Kota Pagaralam yakni 8,89 persen atau sekitar 12.400 jiwa,” katanya. (Ab)

 

Editor: Janu

kemiskinan sumsel

Related Post

Leave a reply

Loading...