2019 Pelindo II Palembang Kembangkan Pelabuhan Sungai Lais Hingga 200 Ha

KORDANEWS – Guna mengantisipasi peningkatan aktivitas perdagangan di Sumsel, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo II Cabang Palembang bakal mengembangkan Pelabuhan Sungai Lais seluas 200 hektare (Ha).

General Manager PT Pelindo II (Persero) Cabang Palembang, Agus Edi Santoso melalui Humas Pelindo II Cabang Palembang, Heru, mengatakan lahan seluas 200 Ha tersebut, akan dikerjakan secara bertahap pada Tahun 2019 ini dengan difokuskan kepada infrastruktur serta zonasi atau pemetaan di Pelabuhan Sungai Lais yang akan menampung seluruh truk peti kemas.

“Alokasi anggarannya kisaran Rp50 miliar, konsepnya sudah ada tapi kita bangun secara bertahap, seperti infrastruktur dan melengkapi fasilitas sarana penunjang. Kita targetkan akhir tahun 2019 bisa selesai atau paling
lambat, pertengahan awal 2020 mendatang,” ungkapnya.

Menurutnya, Investasi itu untuk membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur seperti jetty, depo dan gudang hingga perbaikan akses jalan menuju Pelabuhan serta fakus pemetaan atau zonasi didalam pelabuhan Sungai Lais.

Dimana, Pelabuhan Sungai Lais merupakan masa depan dari pintu perdagangan di Sumsel karena memiliki potensi yang kuat untuk dikembangkan. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Sumsel diproyeksi mencapai 6 persen pada tahun depan
atau lebih tinggi dibanding daerah lain, bahkan pertumbuhan ekonomi di Sumsel lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk kedalaman di Pelabuhan Sungai Lais saat ini hanya 3 meter, kapal bisa bersandar menggunakan jetty itu beratnya sekarang hanya bisa 300 Ton. Kemudian, apabila sudah dibuat lebih dalam, tongkang bisa memuat peti kemas
hingga berat 5.000-7.000 Ton yabg bisa bersandar di pelabuhan,” jelas dia.

Adapun pengguna Pelabuhan Sungai Lais kebanyakan untuk komoditas curah cair, yakni PT Dinar Jaya Energy dan PT Petro Arta Indo untuk pengisian high speed diesel (HSD), serta PT Trimitra Palm Niaga untuk tangki minyak
sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Baca Juga :   Jelang Leg Kedua, Hartono Langsung Racik Taktik Tim Sriwijaya FC

Selain itu, perseroan juga melayani aktivitas bongkar muat antar pulau terpencil kapal kapasitas kecil yang dinamakan Kapal Layar Motor (Pelra) atau pelayanan rakyat di Pelabuhan Sungai Lais.

“Komoditas yang bongkar antarpulau di Sungai Lais, seperti semen, pupuk, tepung terigu dan general kargo dan fokus juga seluruhnya pada curah cair,” katanya.

Nantinya, Pelabuhan Sungai Lais dirancang dapat melayani berbagai jenis komoditas, termasuk karet yang merupakan andalan Sumsel dengan adanya pembangunan depo di kawasan pelabuhan.

Perseroan mencatat terdapat lima komoditas andalan Sumsel yang selama ini diekspor melalui Pelabuhan Boom Baru.

“Karet masih menempati posisi terbatas dengan ekspor mencapai 898.563 ton sampai dengan November 2018,” katanya.

Sementara untuk komoditas curah cair, yakni CPO tercatat mencapai 122.709 ton, inti sawit tercatat 93.135 ton, produk kayu sebanyak 61.926 ton dan kelapa sebanyak 125.506 ton.

Sementara, untuk Pelabuhan Boom Baru yang selama ini menjadi satu-satunya pelabuhan bongkar muat peti kemas maupun nonpeti kemas, dinilai sulit untuk dikembangkan karena terkendala lahan yang terbatas.

“Kalau Boom Baru memang masih menjadi pelabuhan utama di Palembang namun untuk pengembangan terbatas di lahan hanya 25 hektare, sementara Sungai Lais masih memiliki lahan yang luas, dan perseroan juga perlu memperpanjang
dermaga,” katanya. (Ab)

Editor : Chandra Baturajo.

pelabuhan Pelindo sumsel

Related Post

Leave a reply

Loading...