Jenazah Calon Pendeta Melindawati Zidomi, Di Bawa Ke Kampung Halamannya

 

KORDANEWS — Jenazah calon pendeta Melindawati Zidomi (24) yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan, telah dibawa ke kampung kelahirannya, di Tanah Hibala atau Bala, Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (27/3) pagi.

 

Muli, adik tingkat korban di Sekolah Tinggi Teologi Injili Palembang (STTIP), mengatakan diberangkatkan ke kampung halaman, jenazah telah melakukan proses ibadah di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII), Jalan Urip Sumaharjo, yang mulai dilakukan, Selasa (26/3/2019), pada pukul 22.00 WIB.

 

Setelah itu, ibadah penghiburan jenazah dilakukan pun dilakukan pada, Rabu (27/3) pagi, dan sekitar pukul 9.30 jenazah dimasukan
ke mobil ambulance untuk dibawa ke Nias Sumut, karena jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya.

 

“Jenazah berangkat melalui jalur darat menggunakan mbilm ambulance ke Nias Selatan. Nanti stop di Padang baru perjalanan kapal ke Kampung Halaman,” ujar, Muli.

 

 

Namun, untuk kapan akan dimakamkan di Bala, dirinya belum dapat memastikan, karena untuk sampai di Bala, Nias Sumut diperkirakan menempuh waktu hingga 23 jam.

 

 

“Kapan akan dimakamkanya kita belum tahu,” ujar Muli .

 

Selain itu, terlihat ratusan pelayat yang merupakan jamaat dan warga Nias Selatan yang berada di Palembang hadir melepas kepergian korban. Tiur salah satu majelis ditempat korban pernah magang mengakui jika keseharian korban selama ini sangat ramah.

 

 

“Sering saya ngobrol sama Melinda. Anaknya kalem dan benar-benar bekerja melayani umat. Dia agak pendiam dan ramah. Kalau berkhotbah dia pintar,” jelasnya.

.

Sebelumnya, mayat calon pendeta Melindawati Zidomi (24), ditemukan tewas di area PT. PSM Divisi 3 Blok F 19 Dusun Sungai Desa Bukit Batu Kecamatan, Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel).

Baca Juga :   Olah TKP Pembunuhan Pendeta Melindawati, Polisi tungggu Kondisi Saksi Stabil

 

Korban bersama seorang anak perempuan, Nita Pernawan (9) diberhentikan dua orang pelaku. Selanjutnya masing – masing korban,  diseret oleh pelaku kedalam perkebunan sawit, kemudian kedua korban dicekik dan tangan diikat menggunakan karet bekas ban dalam motor.

 

Namun untuk korban Melindawati Zidoni dicekik hingga meninggal kemudian mayatnya diseret dan dibuang di tempat kejadian perkara (TKP) ke dua yang berjarak lebih kurang 100 meter dari TKP pertama. Akan tetapi tragisnya korban Melindawati Zidoni diduga sebelum dibunuh, dia diperkosa terlebih dahulu.

 

 

Sementara itu Nita Pernawan (9) dirinya menuturkan pada hari Senin kemarin (25/3),  sekitar pukul 16.30 WIB, kedua  korban berangkat dari divisi empat dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo warna hitam list merah menuju ke pasar Jeti. (Ab)

 

 

Editor : Jhonny

Calon Pendeta Jenazah Calon Pendeta Pulang kampung

Related Post

Leave a reply

Loading...