Home Sumsel Kadis Kesehatan Kota Palembang Support Kegiatan Para Relawan Trombophesresis

Kadis Kesehatan Kota Palembang Support Kegiatan Para Relawan Trombophesresis

KORDANEWS –  Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Letizia mengatakan kebanggaannya dengan relawan-relawan donor darah trombophesresis yang membantu untuk penderita kanker yang selama ini, hanya pendonor darah merah saja, dengan adanya relawan ini sangat bagus sekali dalam banyak membantu masyarakat.

 

 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Letizia ”Kemaren kami baru saja mengadakan pertemuan dipemerintahan Kota Palembang dan mereka menjelaskan dengan kegiatannya yang baru berjalan selama 2 tahun ini dan sudah mulai berkembang dan kami harapkan ini akan mangkin banyak lagi para relawan untuk pendonor trombophesresis ini” ungkapnya.

 

 

Dikatakannya, kegiatan ini sangat bermafaat sekali dan kami sangat mensupport dan mendukung, supaya mangkin banyak orang yang bergabung dan organisasi ini harusnya di sosialisasikan sehingga masyarakat akan banyak tahu dan bisa ikut serta membantu para penderita kanker yang memerlukan donor darah trombophesresis.

 

 

“Penderita kanker ini tidak begitu terlihat dan tidak mempunyai keluhan dan mengagap enteng penyakit nya dan mungkin karena sudah pasrah bukan karena tidak mempunyai biaya, tapi untuk biaya kan sudah ada BPJS dan Kartu Indonesia Sehat, tapi mungkin karena mereka malas untuk berobat karena belum rutin mengontrol penyakit kankernya, padahal kami selalu mensosialisasikan tentang prilaku bersih dan sehat, bagaimana menjaga kesehatan misalnya dengan mencuci tangan sebelum makan dan setelah kekamar kecil dan menjaga pola makan yang sehat yang harus dijaga dengan banyak makan sayur dan buah juga makan yang beragam yang lebih penting lagi harus mengontrol kesehatan dengan rutin minimal 6 bulan sekali” paparnya.

 

 

Diakuinya, lewat setiap pukesmas kita selalu berkoordinasi dengan camat dan lurah dengan kegiatan yang promotive dan premetive yang sekarang kita ada program Indonesia Sehat dengan pendekatan kepada keluarga yang namanya SPK, jadi petugas kita harus mendatangi per KK dan ada permasalah kesehatan apa dalam keluarga misalnya ada penyakit interfensi, ada yang kena struk atau ganguan jiwa semua kita data jadi lebih ketahuan dengan mendatangi door to door kerumah jadi tahu setiap rumah mempunyai penderita apa dan kita usahakan dengan menjemput bola yang sudah dikerjakan sejak tahun 2017 yang selama ini banyak ditemui penyakit yang tidak menular seperti infertensi, penyakit tidak menular ini makin lama mangkin banyak, mungkin karena biaya hidup dan banyak makan-makan yang instan-instan.

 

 

“Perhimpunan ini berisi dari para donor yang insyallah hatinya iklas untuk membantu sesama, karena trombophesresis ini beda dengan darah merah, kalau donor merah bisa 2 sampai 3 bulan sekali, tapi kalau trombophesresis ini bisa 2 minggu sekali. Kemudian donor trombophesresis ini tidak semua orang bisa karena ada tahapan skrining dari rumah sakit dan ada hal lainnya diperiksa dan posisinya sendiri kita sifatnya on call, kalau kita siap donor tidak bisa, harus ada yang butuh dahulu,  kalau ada yang butuh baru kami dihubungi dan kami datang dan kami donor, ini yang bikin bedanya dan spesifik serta unit, karena orangnya harus siaga karena itulah kami dirikan perhimpunan ini” ungkap Najamudin selaku ketua perhimpunan ini.

 

 

Diakuinya, untuk pasien sendiri banyak yang datang dari luar Palembang, karena Rumah Sakit ini sebagai rujukan Nasional ada dari Jambi, Bangka Belitung ada dari daerah yang jauh, kalau diminta.

 

 

trombophesresis 3 kantong pasti pasiennya bingung karena itulah kami bekerjasama dengan petugas IPD kalau ada yang butuh kami siap bantu.

 

 

“Karena kami juga baru berdiri 2 tahun jadi belum terorganisasi dengan baik dengan kami berbagai pekerjaan dan tempat tinggal yang tinggal di Palembang baru separoh dari kami, separohnya berada diluar Palembang, seperti saya tinggal di Muaraenim, ada yang dari Pulau Rimau berangkat naik Speed, hanya datang untuk mendonor sampai disini jam 11 dan harus balik lagi, itu yang membuat mereka jadi luar biasa dan anggota kami masih sedikit, karena itulah pihak rumah sakitlah yang selalu menghubungi kami yang biasanya pihak rumah sakit minta bantuan dahulu dari pihak keluarga, kalau tidak ada baru pihak rumah sakit memberitahu kepada kami sebagai komunitas” pungkasnya. (eh)

 

Editor : Jhonny

 

Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here