Diduga Melakukan Penipuan, Ketua Koperasi Angkasa Pura II Belido di Laporkan ke Mapolda Sumsel

KORDANEWS — Diduga ingkar dengan kesepakatan awal dengan meminta penambahan DP sebesar 10 juta kepada pemilik taksi “Balido” dengan alasan adanya kenaikan harga mobil.

Karena keberatan, para pemilik taksi salah satunya Alfan Suri (39) warga Komplek Semen Batu Raja Blok B NO 54 RT/RW 10/3 Alang Alang Lebar Palembang dengan didampingi oleh kuasa hukum nya. Membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Poldas Sumsel. Rabu (19/6).

” Dengan nomor  STTLP / 484 / VI / 2019 / SPKT, korban Alfan melaporkan ketua koperasi Karyawan Angkasa Pura II Desi Setiani dan kawan kawan di Mapolda Sumsel.

Kuasa Hukum Devi Iskandar SH mengatakan, Kedatang kami ke Mapolda Sumsel untuk membuat laporan dugaan penipuan penggelapan, oleh saudari Desi selaku staf koprasi saudara Tobing selaku ketua koprasi Angkasa Pura II Balido dan Fery selaku pengawas Koperasi.

Diduga mereka sudah melakukan penipuan dengan cara menawarkan mobil perajaan, mobil taksi bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB ) II dengan Dp uang Rp. 83 juta rupiah. Setelah uang di setor para terlapor memintak kepada klien kami menambah Dp lagi sebesar 10 Juta rupiah, sedangkan penambahan tersebut diduga dengan cara sepihak tanpa menunjukan rincian dengan jelas dan alasannya.

” Dari hasil yang kami sepakati dan uang yang disetorkan hingga sekarang mobil tidak diterima oleh uang tidak kembali oleh klien kami sudah di setornya sebesar 43 juta rupiah. Saya berharap ke Kapolda Sumatera Selatan agar menindak lanjuti laporan kami ini, karena sudah banyak laporan korban lain sudah melapor di Polresta dan ada dugaan korban lain akan bertahan membuat laporan,” harap Devi

Lanjut Devi, bahwa koperasi sebelum nya tidak pernah memintak Do awal hanya tanda jadi dengan sebesar 5 Juta rupiah setelah mobil diterima baru pelunasan uangnya.

Baca Juga :   Coba Selundupkan Sabu ke Tahanan Polsek, Lismiwati Diamankan Petugas

” Sementara Alfan mengatakan sudah menyetor uang sebesar 43 juta rupiah sejak bulan November 2018, yang awalnya harga 83 juta setelah sebulan nya kami disaruh menambah uang 10 juta kami tidak mau.

 Kalau tidak mau mengikut prosedur kami tidak di ikut sertakan menjadi sopir taksi bandara dan di acam ada orang yang akan menggantikan, kalau mengambil uang akan di potong 10 juta pak,” ujarnya.

“Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supiradi mengatakan, bahwa laporan korban sudah kami terima dan akan di limpahkan ke Ditreskrimum Polda Sumsel. (Dik)

Editor : Jhonny

kriminal Penipuan

Related Post

Leave a reply

Loading...