Dijerat TPPU, Polda Sumsel Sita Aset Bandar Narkoba Danil Sebesar 8,4 Miliar

KORDANEWS — Narapidana (Napi) dengan kasus narkoba asal Aceh, Danil Saputra akhirnya dijerat Tindak Pidana Pencuician Uang (TPPU). Aset sekitar Rp 8,4 miliar berupa rumah, tambak udang hingga mobil disita pihak Polda Sumsel

 

 

“Pada hari ini kami menetapkan tersangka DS kasus peredaran narkoba. DS ini bandar dan narapidana,” terang Kapolda Sumsel, Irjen Firli menggelar rilis di halaman Mapolda Sumsel, Rabu (24/7).

 

 

Aset senilai Rp 8,4 miliar itu didapat dari tiga provinsi yakni Aceh, Palembang dan Sumatera Utara. Dari total aset itu, polisi pun menyita uang tunai Rp 1,7 miliar.

 

 

“Dari total Rp 8,4 miliar di antaranya ada uang tunai Rp 1,7 miliar. Sisanya berupa mobil, tanah, motor, rumah, dan ada juga tambak udang di Aceh,” kata Firli.

 

 

Saat penetapan Danil sebagai tersangka, penyidik turut menggandeng PPATK dan perbankan. Hal ini untuk menelusuri aset yang tersebar dan telah digunakan untuk mendirikan sebuah CV.

 

 

Sementara itu Direktur Reserse Narkoba Kombes Farman mengaku penetapan ini berawal dari penangkapan Danil di tahun 2015 lalu. Dia ditangkap kasus narkoba dan divonis 10 tahun.

 

 

Danil yang merupakan narapidana kasus narkoba kembali menjalankan bisnisnya di lapas. Bahkan Danil menjadi pengedar lintas provinsi dari dalam lapas yang kini memiliki aset miliaran dari bisnis barang haram.

 

 

“Danil ini awalnya ditangkap tahun 2015 lalu dengan barang bukti 7 ons sabu dan divonis 10 tahun. Setelah di dalam lapas dia malah jadi pengedar dan melibatkan pegawai Lapas Merah Mata, ada barang bukti 2 ons kita amankan,” kata Farman.

 

Baca Juga :   Jadi Pengedar Narkoba, Mantan Polisi Diringkus

 

Setelah diusut, Danil ternyata sudah dari tahun 2016 lalu menjadi bandar di lapas. Sebidang tambak udang dan perusahaan jenis CV kemudian didirikan dan dikelola keluarganya di Aceh dan Sumatera Utara.

 

 

Tidak hanya itu, sekali transaksi, disebut Danil mampu memasok 5-10 Kg sabu ke Sumsel dan pulau Jawa. Hasil kejahatan lalu dialihkan untuk modal bisnis hingga tambak udang.

 

 

“Memang modusnya begitu, uang hasil penjualan narkoba ini dialihkan kepada keluarga atau lewat orang lain. Nanti ini dilanjutkan untuk modal, jelas ini murni pencucian uang dari hasil kejahatan,” katanya.

 

 

Berikut adalah aset yang disita polisi di kasus TPPU Danil:
– Uang Rp 1,6 miliar
– Uang Rp 100 juta
– 5 unit truk fuso
– 1 unit mobil sienta
– 1 unit mobil CRV
– 1 unit mobil X-Pander
– 3 unit sepeda motor
– 1 bangunan tanah dan tambak udang
– 1 bidang tanah dan CV Rizky Pratama
– 1 bidang tanah di Ogan Ilir
– 1 unit rumah mewah di Palembang
– 2 bidang tanah di Aceh. (Dik).

 

 

 

Editor : Jhonny

Bandar narkoba Polisi Sita Aset Tetapkan TPPU

Related Post

Leave a reply

Loading...