Real Madrid dengan Tiga Bek, Seperti Apa Kelemahan dan Kekuatannya?

KORDANEWS – Sebuah eksperimen penting sedang dilakukan oleh pelatih kepala Real Madrid, Zinedine Zidane. Dalam dua laga terakhir, Zidane menerapkan formasi tiga bek sejajar. Formasi baru dalam karir Zidane.

Pada laga uji coba pramusim 2019/2020 ini, Zidane mulai memaki formasi tiga bek pada laga melawan FC Salzburg (8/8/2019) yang lalu. Lebih tepatnya, pada laga ini Zidane memakai formasi 3-5-2.

Setelah itu, Zidane kembali memakai tiga bek pada laga uji coba melawan AS Roma (12/8/2019) lalu. Kali ini, Zidane memakai formasi 3-4-1-1. Ada sedikit perubahan yang dilakukan oleh Zidane.

Pada laga melawan Salzburg, Real Madrid menang dengan skor 1-0. Lalu, ketika berjumpa Roma, Madrid bermain imbang 2-2 sebelum kemudian kalah pada babak adu penalti.

Apa titik lemah dan kekuatan Real Madrid dengan formasi baru yang dicoba Zidane? Simak ulasan dari Jurnalis Marca, Miguel Cuquerella, di bawah ini ya

Titik Lemah Formasi Tiga Bek Real Madrid
Kekurangan Bek Tengah

Satu hal yang menonjol ketika Real Madrid memakai tiga bek tengah sejajar adalah kurangnya stok pemain. Madrid tidak punya cukup banyak pemain di posisi bek tengah pada musim 2019/2020 ini.

Real Madrid saat ini hanya punya empat pemain bek tengah: Sergio Ramos, Raphael Varane, Nacho dan Eder Militao.

“Jika ada pemain yang keluar karena cedera hukuman atau rotasi, menjadi tidak mungkin untuk mengimplementasikannya dan sudah terlambat jika klub pergi ke bursa transfer,” ucap Miguel Cuquerella.

Korbankan Rodrygo dan Vinicius

Pada formasi standar, yakni 4-3-3, Zidane memberi peran yang penting bagi pemain sayap seperti Vinicius Junior atau Rodrygo Goes. Dua pemain ini merupakan investasi besar yang dilakukan oleh Madrid.

Tetapi, jika Zidane memakai formasi 3-5-2 atau 3-5-1-1, maka akan sangat sulit untuk menemukan posisi yang tepat bagi Vinicius dan Rodrygo. Mereka tidak akan masuk dalam skema Real Madrid.

Tetap Kebobolan

Pada laga melawan Roma, dua gol bersarang di gawang Real Madrid. Menurut Miguel Cuquerella kondisi itu menjadi bukti bahwa formasi tiga bek sejajar yang diterapkan oleh Zidane masih belum bekerja dengan optimal.

Kelebihan Formasi Tiga Bek Real Madrid
Maksimalkan Marcelo dan Dani Carvajal

Formasi tiga bek sejajar akan memberikan peluang besar bagi Dani Carvajal dan Marcelo untuk lebih eksplosif. Kedua pemain selama ini dikenal punya naluri menyerang yang sangat tinggi dan memang punya kemampuan mumpuni.

“Terbukti dengan golnya [Marcelo] ke gawang Roma, potensi menyerang pemain asal Brasil ini akan sangat maksimal,” ucap Miguel Cuquerella.

Gelandang Lebih Fleksibel

Dengan 3-5-2 atau dengan 3-5-1-1, Real Madrid akan tetap punya tiga gelandang tengah, tidak jauh berbeda dengan ketika bermain dengan formasi 4-3-3. Zidane tetap bisa memainkan tiga gelandang andalannya: Toni Kroos, Casemiro dan Luka Modric.

Miguel Cuquerella menilai dengan formasi tiga bek, maka para gelandang akan lebih bebas dalam mengatur permainan. Mereka tidak perlu cemas karena ada tiga bek di belakangnya.

“Para gelandang punya kebebasan untuk mengontrol tempo permainan dan tim,” ucap Miguel Cuquerella.

Kebebasan untuk Eden Hazard

Zidane memberi kebebasan ekstra kepada Eden Hazard dalam dua laga uji coba terakhir. Dia tidak punya beban untuk turun dan harus membantu pertahanan. Dia hanya fokus menyerang.

“Pada formasi ini, Eden Hazard lebih sering terlibat dalam sentuhan bola dan punya ruang untuk membawa bola ke sekitar kotak penalti,” kata Miguel Cuquerella.

Editor : John.W

Defender MADRID Zidane

Related Post

Leave a reply

Tirto.ID
Loading...