Dosen Polsri Bina Pengrajin Jumputan Ramah Lingkungan

KORDANEWS – Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) merupakan salah satu program Pengabdian untuk Masyarakat dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang melibatkan multi-tahun. Tim pengabdian kepada masyarakat dari Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya mendapat kesempatan dari Kemenristekdikti untuk melaksanakan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 ini.

 

 

 

Hal ini disampaikan Dr. Ir. Rusdianasari, M.Si., IPM selaku ketua Tim Pengabdian dari Dosen Polsri kepada KordaNews “Saya bersama anggota Ibnu Hajar, ST., MT. Dan Dr. Indri Ariyanti selama 3 tahun ini, telah mengembangkan produk unggulan dari kain jumputan Ramah Lingkungan. ” ungkapnya, Selasa (10/9).

 

 

 

Dikatakannya, UKM yang menjadi mitra kegiatan ini adalah UKM Srikandi (Salsabila)  yang dikelola oleh Bapak Jamhari dan Ibu Salsabila dan UKM Sutra Indah dikelola oleh Ibu Siti Supairoh, yang berlokasi di Sentra Industri Kampung Kain, Kelurahan Tuan Kentang, Kertapati, Palembang. Pada tahun pertama (2017), tim dosen Polsri membantu pengadaan meja lipat untuk melukis motif/pola, instalasi pewarnaan/pemasakan kain jumputan yang dilengkapi dengan kompor gas dan alat pengatur suhu pada saat pemanasan (solenoid valve dan thermo control). Pada tahun II, disiapkan alat pengolah limbah cair zat warna hasil pewarnaan kain jumputan berupa elektrokoagulator yang menggunakan proses elektrokimia dan dapat mengolah limbah cair tanpa menggunakan zat kimia, dan pada tahun III, untuk memperluas pemasaran, mulai diterapkan pemasaran secara online dan memperbanyak display, baik di show room UKM maupun pada bazar/pameran.

 

 

 

Diakuinya, salah satu anggota tim, Dr. Indri Aryanti dari Jurusan Manajemen Informatika banyak terlibat dalam pemasaran secara online dengan cara membuat website UKM untuk melengkapi pemasaran secara online yang telah dilakukan selama ini melalui Instagram sehingga akan lebih dikenal oleh masyarakat di luar kota Palembang. Untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan memproduksi kain jumputan yang ramah lingkungan, UKM sudah mulai menggunakan zat warna alami untuk pewarnaan kain jumputan dan sudah mulai mengembangkan motif dan teknik pewarnaan dari bahan-bahan alami yaitu dengan metode printing daun-daunan alami seperti daun jambu, daun pepaya, dan beberapa jenis daun lainnya yang ada di sekitar kita.

Baca Juga :   Ada "Suekarno" di Parade Rakyat 100 Hari Asian Games

 

 

 

“Melalui program PPPUD ini diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai aset dan memperbaiki UKM, meningkatkan pasar di dalam negeri, meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kerja UKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam usaha ini dan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengolah air limbah yang dihasilkan dari proses pewarnaan kain dan mulai menggunakan pewarna alami sehingga produk kain jumputan yang dihasilkan akan ramah lingkungan. ” tutupnya. (eh)

 

 

 

 

Editor: Jhonny

budaya Pengrajin Jumputan Politeknik UNSRI Polsri

Related Post

Leave a reply

Loading...