Health

Penyebab Muncul Bintik-Bintik Cokelat (Freckles) di Mata, Plus Tanda-Tandanya

×

Penyebab Muncul Bintik-Bintik Cokelat (Freckles) di Mata, Plus Tanda-Tandanya

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS -Kemunculan bintik-bintik cokelat alias freckles di wajah adalah hal yang terbilang umum. Namun, ternyata freckles juga bisa muncul di bola mata. Kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengenali gejalanya?

Apa itu freckles mata?
gambar mata bagian mata
Freckles pada dasarnya adalah bintik yang mirip dengan tahi lalat. Kondisi ini muncul saat melanosit (pigmen pewarna pada kulit) berkumpul menjadi satu.

Pada mata, freckles disebut juga dengan nevus. Namun, kondisi ini bisa juga memiliki sebutan yang berbeda tergantung pada letaknya, seperti:

-Nevus konjungtiva, berada di permukaan mata (bagian putih mata)
-Nevus iris, berada di bagian mata yang berwarna
-Nevus koroid, ada di bawah retina atau belakang mata
-Kemunculan freckles di mata umumnya tidak berbahaya. Namun, kondisi ini juga bisa berkembang menjadi kanker mata. Oleh karenanya, kondisi ini perlu diawasi secara teratur oleh dokter.

Penyebab freckles di mata
lensa kacamata antisilau
Penyebab freckles di permukaan bola mata tidak diketahui secara pasti. Namun yang jelas nevus terdiri dari sel-sel melanosit. Sel ini menghasilkan pigmen yang memberi warna pada rambut, kulit, dan mata.

Biasanya melanosit tersebar merata di seluruh jaringan tubuh. Namun terkadang, sel ini juga dapat menggumpal dan membentuk nevi atau nevus.

Meski penyebab kemunculannya tidak diketahui, ada beberapa faktor yang diduga kuat menjadi pemicu kemunculan freckles di mata, seperti:

Ras
Nevus koroid khususnya, biasanya jauh lebih sering muncul pada orang kulit putih dibandingkan dengan kulit hitam. Namun, tidak diketahui secara pasti mengapa ras bisa memengaruhi kondisi ini.

Paparan sinar matahari
Sinar matahari diduga bisa meningkatkan peluang seseorang untuk terkena kondisi mata yang satu ini. Dilansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Investigative Ophthalmology & Visual Science, ada sekitar 6 dari 10 orang yang memiliki kondisi ini. Artinya, kondisi ini cukup umum terjadi dan bukan kondisi yang langka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *