Keberadaan Katyusha dirahasiakan sepanjang PD II. Orang-orang hanya menyebut inisiak K saat akan menggunakan senjata ini. Huruf K ini sebenarnya terkait dengan pabrik senjata ini, Voronezh Komintern Factory, seperti dikutip dari buku Inside the Soviet Army.
Namun, belakangan tentara Merah Rusia (Red Army) memanggil senjata ini sebagai Katyusha. Padahal Katyusha sendiri adalah lagu patriotik untuk membangkitkan nasionalisme Rusia yang dikarang oleh Mikhail Isakovsky. Nama kecil senjata mematikan dan yang ditakutkan pada PD II ini adalah Katie.
Suara keras yang keluar saat Katie melontarkan roket dijuluki tentara Jerman sebagai suara Organ Stalin (Stalin Organ). Sebab saat itu Rusia dipimpin Stalin dan suara menggelegar senjata ini keras seperti suara organ gereja.
4. Banyak varian
Varian pertama pelontar roket ini adalah BM-13. BM mendefinisikan jenis mesin dan angka 13 menunjukkan kaliber dari misil yang digunakan.
Penamaan pelontar misil di Soviet menggunakan struktur berikut. BM-x-y merupakan kode peluncur misil kendaraan darat. M-x-y untuk peluncur berbentuk menara. Kode y_M-x untuk misil yang digunakan angkatan laut. Kode x menandakan model misil dan kode y menunjukkan jumlah rel peluncur misil.
BM-8-16 menunjukkan menggunakan kendaraan peluncur darat yang menembakkan misil M-8 dan memiliki 16 rel peluncur.
Kendaraan peluncur darat juga terdiri dari berbagai varian, mulai dari truk, traktor, hingga tank. Bahkan varian Katyusha juga ada yang sangat mudah dibawa berupa tas punggung.
5. Dieskpor ke berbagai negara
Peluncur roket ini telah diekspor ke berbagai negara seperti Afghanistan, Angola, Cekoslovakia, Mesir, Jerman Timur, Hungaria, Iran, Irak, Mongolia, Korea Utara, Polandia, Suriah, Yaman, dan Vietnam.
Tentara China juga tampak menggunakan pelontar roket ini saat perang dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat pada Perang Korea pada 1950. Senjata ini juga tampak pada saat perang di Timur Tengah, hingga Afrika pada tahun-tahun sesudahnya.
Editor :John.W













