“Nah, untuk musim hujan seperti sekarang ini, saya melengkapi kandang dengan lampu UV. Kalau untuk makannya juga mudah didapat. Iguana sangat suka jenis sayur-sayuran seperti kangkung, sawi, tauge. Kemudian ditambah vitamin untuk kalsiumnya. Itu saja. Tidak terlalu sulit. Saya juga masih bisa kerja dan melakukan aktifitas lainnya, “Lanjutnya.
Selain itu, dirinya membeberkan awal terjun ke dunia bisnis reptil bermula saat mengawinkan berbagai indukan Iguana yang menghasilkan ratusan telur dan membuat jumlah iguana dimiliki terus bertambah.
Kemudian teman-teman komunitas pecinta Iguana menyarankan agar dapat di jual belikan dan akhirnya ia pun memfokuskan bisnis tersebut.
“Teman-teman komunitas main ke rumah. Dari situ diberi saran untuk jual beli saja. Ya Alhamdulillah saat ini sudah fokus jual.
Untuk diketahui Iguana dapat mengeluarkan sebanyak 150 telur. Beberapa ada yang ditetaskan alami dan menggunakan mesin, “bebernya.
Untuk harga dipatok tergantung dari jenis dan ukuran Iguana. Seperti jenis Snow yang berwarna putih anakannya saja ditafsir capai Rp50 juta. Selain itu jenis Red Hypo yang anakannya saja bisa sampai Rp35 juta.
“Saya belum pelihara jenis-jenis itu. Harganya mahal. Lagipula hanya segmennya hanya menengah keatas. Belum tentu setiap bulan ada yang beli. Tapi, kalau untuk jenis yang saya kembangbiakkan ini cukup murah. Di kisaran Rp350 ribu sampai Rp5 juta, “Ujarnya.
Omzet dari penjualan Iguana didapat Anca hingga jutaan rupiah ini jauh sekali dari pengeluaran merawat Iguana.
“Soalnya kan makanannya murah dan mudah didapat. Jadi sangat menguntungkan. Hanya saja kita butuh waktu dan tenaga saja. Modal saya beli indukan juga sudah tertutupi, “Ungkapnya.
Peluangnya untuk di Sumsel sangat besar, karena pencintanya sudah banyak. Bahkan dirinya sering dapat pesanan mulai dari Baturaja, Linggau dan kota lainnya. Selain itu, ada juga pesanan dari luar Sumsel.
“Dari pemasaran mulut ke mulut ini saja, orderan cukup banyak. Artinya memang sudah banyak masyarakat khususnya millenial yang gandrung dengan hobi ini, “Tutupnya. (Ab)
Editor : Jhonny













