Kecelakaan Boeing 737 itu terjadi beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangan rudal balistik terhadap dua pangkalan militer Irak yang menampung personel militer Amerika Serikat.
Serangan rudal itu dilakukan Iran sebagai respons terhadap serangan drone AS yang menewaskan jenderal mereka, Qasem Soleimani, di Baghdad, Irak, pada 3 Januari.
Iran semula membantah bahwa pesawat Ukraina itu jatuh karena tertembak rudal. Namun, tak lama pemerintahan Presiden Hassan Rouhani mengaku pesawat itu tak sengaja ditembak jatuh IRGC yang merupakan angkatan bersenjata utama Iran karena kesalahan teknis.
Lihat juga: Kanada Desak Iran Beri Kotak Hitam Pesawat Ukraina ke Prancis
Seluruh 176 penumpang yang tewas dalam kecelakaan itu terdiri dari 82 warga negara Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman, dan tiga orang berkebangsaan Inggris.
Pihak maskapai mengatakan mayoritas penumpang menuju ibu kota Ukraina, Kyiv, untuk transit dan melanjutkan penerbangan ke negara tujuan.
Rouhani bersumpah akan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penembakan pesawat itu. Sejauh ini, pihak berwenang Iran telah menahan 30 personel militer terkait insiden pesawat Ukraina.
Editor : John.W













