Ia menuturkan kondisi itu terpantau di ruas Simpang Air Dingin yang merupakan batas Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam. Syaiful memerinci ruas jalan longsor yang bakal diperbaiki pihaknya juga berada di Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Diakuinya, BBPJN V pada tahun 2020 mendapat alokasi dana APBN senilai total Rp1,70 triliun. Besaran anggaran tersebut tak hanya digunakan untuk penanganan longsor, melainkan pula pemeliharaan rutin jalan, pembangunan jalan, rekonstruksi jalan, pembangunan jembatan dan preservasi rutin jembatan.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Sumsel, Dadi Muradi, menambahkan saat ini paket pengerjaan jalan longsor sedang dalam tahap lelang.
“Prosesnya untuk penanganan 20 titik ruas longsor ini sedang masuk tahapan lelang dengan kontrak satu tahun anggaran,” katanya.
Menurut Dadi, biasanya pengerjaan perbaikan jalan longsor memakan waktu sekitar 6 bulan. Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan penanganan sementara untuk daerah rawan longsor.
Editor : Chandra.













