Fakta 3: Virus yang berkembang bisa menyerang bagian tubuh mana pun
Sebelum menimbulkan satu atau lebih gejala khas penanda suatu penyakit, virus yang telah berkembang dan tersebar ini akan mendatangi bagian tubuh mana pun. Fakta tentang virus yang satu ini perlu dipahami, karena perkembangan suatu penyakit ditentukan oleh bagian tubuh mana yang menjadi sasaran virus.
Ada berbagi bagian di dalam tubuh yang kerap menjadi lokasi penyerangan virus, hingga nantinya menimbulkan gejala. Mulai dari di saluran pernapasan, yang kemudian menyebabkan flu dan pilek. Selanjutnya sistem pencernaan, yang kemudian mengakibatkan diare bahkan muntah-muntah.
Ada juga di kulit, yang akhirnya muncul ruam, bintik-bintik kemerahan, hingga lenting berisi cairan. Bahkan virus bisa menyerang hingga organ hati, sehingga menimbulkan peradangan.
Fakta 4: Tubuh punya kemampuan khusus untuk menghambat perkembangan virus
Fakta tentang virus lainnya yang harus Anda tahu bahwa bukan hanya virus saja yang punya trik untuk mengelabui sel inangnya, tapi tubuh juga demikian. Ya, tubuh manusia sebenarnya mampu membela diri untuk menghambat perkembangan virus.
Tugas tersebut dilakukan oleh sel T sebagai bagian dari sistem imun tubuh. Ketika sistem imun mendeteksi adanya perkembangan virus, sel T mulai menjalankan aksinya untuk menyerang virus dan menghancurkannya.
Di saat tersebut, sistem kekebalan kemudian memproduksi antibodi khusus guna mengikat virus agar tidak menular. Akhirnya, dilanjutkan oleh kerja sel-T yang mematikan virus tersebut.
Selain itu, sel-T juga bertugas memberikan sinyal kepada sel-sel lain untuk menjalankan tugasnya, misalnya sel fagosit.
Fakta 5: Perkembangan virus hanya bisa dihentikan oleh obat antivirus
Virus yang berkembang di dalam tubuh tidak bisa dihentikan oleh sembarang obat. Tak sedikit orang yang keliru dan mengira bahwa obat antibiotik ampuh untuk mengatasi penyakit akibat virus.
Padahal, fakta tentang virus yang kerap kali rancu ini bukanlah demikian. Penggunaan antibiotik yang keliru justru tidak menghentikan perkembangan virus, tapi malah meningkatkan risiko mengalami resistensi antibiotik.
Cara mengobati virus yang paling efektif yakni dengan menggunakan obat antivirus. Antivirus akan mencegah reproduksi virus atau membuat salinan diri, sekaligus meningkatkan kekuatan pada sistem imun tubuh.
Editor:John.W













