Serangan itu terjadi setelah militer Turki mengirim pasukan tambahan ke wilayah itu.
Rezim Suriah yang didukung oleh Rusia telah meningkatkan serangan dalam beberapa pekan terakhir terhadap Idlib, basis kelompok pemberontak.
Erdogan telah memperingatkan bahwa mereka dapat menggunakan kekuatan militer untuk menghadapi rezim Damaskus.
Dalam konflik ini, Rusia dan Iran membantu pihak militer Suriah sedangkan Turki bersama Amerika Serikat serta sekutu dari Eropa dan Arab membantu beberapa faksi pemberontak yang berbeda. Namun Rusia dan Turki sepakat bekerja sama meskipun mereka berada di pihak berseberangan.
Perang saudara di Suriah sudah berlangsung selama sembilan tahun. Badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah (OCHA) menyatakan dari data mereka pada 1 Desember 2019 tercatat ada sekitar 350 ribu warga Suriah yang mengungsi akibat peperangan.
Editor:John.W













