Setelahnya, para partisipan diminta untuk melakukan tes daya ingat dan fungsi kognitif yang disebut sebagai global cognitive score. Hasilnya adalah, partisipan yang mengonsumsi cabai lebih dari 50 gram setiap hari cenderung memiliki risiko lebih besar terkena masalah penurunan daya ingat dua kali lipat dibandingkan dengan partisipan yang mengonsumsi makanan pedas dengan frekuensi lebih rendah.
Menurut para peneliti, indeks massa tubuh ternyata terkait erat dengan sensitivitas pada kandungan capsaicin. Mereka yang hobi makan pedas cenderung memiliki indeks massa tubuh ideal. Mereka juga cenderung lebih sensitif pada capsicin. Masalahnya adalah, peningkatan sensitivitas ini selaras dengan peningkatan risiko penurunan daya ingat.
Meskipun begitu, para peneliti juga menyebut ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi penurunan daya ingat atau risiko demensia ini, yakni berupa faktor ekonomi, sosial, hingga tingkat pendidikan para partisipan.
Sebaiknya Menghindari Makanan Pedas?
Pakar ksehatan menyebut kita tak perlu khawatir dengan berlebihan untuk rutin mengonsumsi makanan pedas. Asalkan tidak dilakukan dengan terlalu sering atau rasa pedas yang kita konsumsi tidak terlalu berlebihan, dampaknya masih bisa memberikan manfaat positif bagi kesehatan.
Hanya saja, pakar kesehatan juga menyarankan kita untuk lebih cermat untuk memilih makanan pedas. Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi sambal yang dibuat dari bahan alami, bukannya saus botolan yang bisa saja sudah diberi bahan kimia tambahan yang kurang sehat, tentu akan jauh lebih baik.
Editor : John.W











