Ia pun memastikan ada sekitar 500 unggas yang mati akibat flu burung di Palembang. Kebanyakan unggas mati bertahap selama beberapa hari sejak kematian unggas pertama. Kejadian tersebut juga berdampak kepada peternak unggas yang ada di sekitarnya.
“Iya, kalau di kandang itu sekitar 500 ekor ayam yang mati akibat flu burung. Ada juga bebek milik warga, tapi jumlahnya hanya beberapa ekor saja,” jelas dia.
Sementara, Kepala Dinas Peternakan Sumsel, Taufik mengatakan, kejadian unggas mati terkena flu burung sudah sering terjadi saat musim pancaroba. Kondisi cuaca yang dingin dan lembab cepat membuat kondisi kesehatan unggas melemah sehingga terkena wabah juga akan lebih cepat.
“Sudah dilakukan penyemprotan di kandang . oleh dinas kota Palembang. Kasus seperti ini unggas ini kan sudah sering terjadi, sifatnya wabah. Kadang di bulan november ada, tergantung musim. Kalau bahaya sampai kr manusia udah gak ada lagi,” tandas dia. (Ab)
Editor : Jhonny













