PeristiwaSumsel

Ardiansyah Nugraha Kembali Pimpin IJTI Sumsel

×

Ardiansyah Nugraha Kembali Pimpin IJTI Sumsel

Share this article

“Alhamdulillah Musda kali ini berjalan lancar dan sukses. Bukan hanya memilih ketua IJTI Sumsel yang baru, Musda ini juga menjalin hubungan antar anggota, dan menjaga komunikasi yang baik agar jalinan ikatan dalam organisasi IJTI semakin baik kedepannya,” kata dia.

Ia menjelaskan dalam Musda tersebut Ketua IJTI sebelumnya Sefti Feriansyah demisioner dan berganti dengan Ketua IJTI terpilih dengan masa bakti 2020-2023. Dirinya berharap Ketua IJTI yang baru dapat mengangkat nama IJTI untuk lebih berkiprah dan memperbanyak kegiatan positif baik untuk anggota ataupun umum.

“Yang terpenting adalah kegiatan untuk mempererat hubungan dengan anggota IJTI di daerah-daerah di Sumsel. Dan berharap nantinya, bisa menjaring anggota-anggota jurnalis televisi yang sesuai dengan AD/ART dalam IJTI Sumsel,” kata dia.

Asisten Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumsel, Edward Julianta, mengharapkan IJTI Sumsel akan semakin baik kedepan. Menurut Edward, IJTI ini merupakan komunitas organisasi yang sangat baik, apalagi dengan komunitas ini memberikan kontribusi positif melalui silaturahmi, sumbang saran dan keluh kesah yang nantinya akan menjadi bagian dari proses perbaikan diri.

“Karena itu, saya mengajak semua stakeholder atau semua organisasi yang ada di Sumsel untuk sama-sama memberikan dua hal bagaimana bekerjasama dan komunikasi sehingga dapat membagikan informasi dan edukasi yang baik ke publik,” jelasnya.

Kemudian, Ketua IJTI Yadi Hendriana mengatakan, secara keseluruhan organisasi IJTI sudah ada di 34 provinsi dan menyebar di kabupaten kota. Bahkan untuk member atau keanggotaan sudah ada sekitar 2.600 orang jurnalis televisi.

“Semua anggota IJTI merupakan jurnalis, dan tidak ada yang bukan jurnalis. Sebab, jika bukan jurnalis maka tidak akan bisa menjadi anggota IJTI. Jurnalis itu adalah sebuah profesi yang dituntut professional dan mengikuti etik yang ada,” terang dia.

Jurnalis televisitidak bisa hanya bekerja single platform. Melainkan harus memiliki kemampuan sebagai reporting untuk semua media dan multi platform.

“Jurnalis televise tidak boleh bekerja mengikuti industri televisi, namun sebaliknya. Kemajuan industri media saat ini memang betul-betul membutuhkan jurnalis yang berkompeten. Karena itu, anggota IJTI Sumsel juga diharuskan semangat dalam meningkatkan kompetensi, skill dan kemampuan untuk maju lebih baik. Jurnalis juga tidak boleh asal comot konten, namun harus memiliki attitude dan regulasi, memiliki knowledge dan eksperimen,” tandasnya.

 

Editor : Chandra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *