“Khusus di tempat ini saya tidak menargetkan harus ikan ini atau itu. Terserah mau itu udang, bandeng, belido, lele, ataupun ikan sepat. Yang jelas, saya ingin ikan yang dikembangkan disini adalah ikan khas Sumsel. Utamakan spesies lokal dulu,” jelasnya.
Untuk itu pula, sebagai upaya mendukung rencana tersebut, Herman Deru memerintahkan dinas terkait seperti Dinas PSDA (pengelolaan sumber daya air) Sumsel untuk mengirimkan eksavator sehingga bisa segera melakukan pembersihan dikolam yang sudah ditutupi rawa. Selain itu juga Herman Deru juga memerintahkan agar Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang agar memperbaiki akses jalan ke lokasi.
“Di area sini (Sungai Muara Belido) dulu banyak ditemukan Ikan Tengkleso, bahkan dimakan oleh masyarakat. Tapi sekarang sudah hampir langka dan hanya ditemukan di akuarium. Kita harapkan nanti ini bisa dipelajari lagi untuk kembali dikembangbiakan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumsel, Ekowati Retnaningsih menambahkan, Sejak diserahkan aset ini dari Kemenristekdikti 2017 lalu, belom pernah ditinjau dan belom pernah dikunjungi, Ia mengucapkan terimakasih atas inisiasi Gubernur Sumsel H. Herman Deru untuk meninjau dan segera di wujudkan pusat pembudidaya ikan di Provinsi Sumsel.
“Aset dihibahkan 14,6 hektar terdapat 44 kolam yang besar 20 yang sudah dibeton dan 20 yang masih tanah, serta pembibitan udang beberapa sarana untuk pelatihan petani yang kondisi nya memprihatinkan ada juga rumah pompa, gudang pakan kondisinya sangat tidak layak, Untuk itu sesuai arahan pak Gubernur kami berkoordinasi dengan kementerian terkait, sudah menyusun rutemap untuk di ajukan kepada csr dan kementerian terkait,” tambahnya.
Dalam kunker kali ini Gubernur didampingi, Kepala Balitbangda Provinsi Sumatra Selatan Ekowati Retnaningsih, Kepala Dinas PSDA Sumsel sekaligus Kepala Dinas PU BM dan TR Sumsel Darma Budhi, Kepala Dinas Kominfo Sumsel Rizwan, Kepala SatpolPP Sumsel Aris, dan perangkat daerah lainnya.
Editor : Chandra.













