KORDANEWS – Setelah hampir satu bulan dinamai sebagai novel coronavirus (2019-nCoV), wabah yang telah menyebabkan sekitar 45.000 kasus dan menelan lebih 1000 korban jiwa kini memiliki nama baru. Nama baru dari novel coronavirus yang menyerupai SARS ini adalah covid-19.
Covid-19 nama baru novel coronavirus
wabah coronavirus
Wabah novel coronavirus masih terus menghantui dunia. Jumlah korbannya kini mencapai lebih dari 1.000 orang meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya masih mendapat perawatan intensif.
Pada awalnya, wabah virus ini dinamai sebagai 2019-nCoV atau novel coronavirus karena termasuk jenis coronavirus yang baru. Novel artinya baru dalam makna Bahasa Inggris.
Walaupun memiliki gejala dan penyebabnya mirip dengan SARS, novel coronavirus mempunyai perbedaan, sehingga membutuhkan nama baru. Belakangan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) kemudian resmi menamai 2019-nCoV dengan covid-19.
Menurut Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, nama penyakit yang ditimbulkan coronavirus itu diambil berdasarkan pertimbangan berikut:
– Co (corona)
– Vi (virus)
– D (disease atau penyakit)
Sedangkan, angka 19 merujuk pada tahun 2019, yaitu ketika wabah virus ini muncul pertama kali di Wuhan, Tiongkok.
Tedros menambahkan, ketika membuat nama penyakit tersebut, WHO tidak boleh merujuk pada:
-Wilayah geografis, seperti negara atau kota tertentu
-Spesies hewan
-Individu atau kelompok orang
-penyebab novel coronavirus
Pemberian nama baru dari coronavirus ini bertujuan agar wabah ini tidak menggunakan nama lain yang tidak akurat atau merugikan orang lain. Selain itu, pemberian nama juga menjadi cara penerapan standar yang digunakan untuk wabah coronavirus di masa mendatang.











