“Sebagai bagian dari proses aplikasi, pelamar akan mengerjakan tes onlie selama dua jam. Setelah diumumkan lolos, mereka akan menghadapi tahap selanjutnya yakni meluncurkan roket dan pesawat ruang angkasa yang dikembangkan NASA untuk tinggal dan bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional [ISS],” jelas Bridenstine.
Nantinya, NASA berencana memberikan tugas kepada astronaut baru terpilih untuk meluncurkan roket terbaru Space Launch System Rocket dan pesawat ruang angkasa Orion demi membawa sistem pendaratan manusia baru ke permukaan Bulan.
Misi mengirimkan astronaut Amerika kembali ke Bulan disebut memakan biaya sekitar US$20 miliar hingga US$30 miliar atau sekitar Rp287 triliun hingga Rp340 triliun.
Artemis 2024 pertama kali diumumkan oleh Wakil Presiden Amerika Mike Pence pada Maret 2019 bahwa administrasi Trump ingin mempercepat ambisi bulan NASA dan meluncurkan misi kru pertama pada 2024 bukan 2028.
Sejauh ini, NASA secara resmi hanya meminta tambahan US$1,6 miliar untuk Artemis, yang digambarkan oleh Bridenstine sebagai ‘uang muka’ untuk keseluruhan program. Bridenstine juga harus menang atas Demokrat yang sudah skeptis.
NASA juga berencana mengirim perempuan pertama untuk misi ke Bulan itu. Rencana ini diungkap oleh direktur komunikasi NASA Bettina Inclan.
“Orang terakhir yang berjalan di Bulan pada 1972. Belum ada perempuan yang pernah berjalan di permukaan Bulan,” ungkap Inclan.
Sejak misi pertama, AS telah mengirim 12 astronaut, kesemuanya adalah laki-laki yang mendarat di permukaan Bulan.
Editor : John.W













